Code is poetry

The Prestige

The PrestigeDari semua film yang gw tonton tahun ini, buat gw ini adalah the best movie of the year. Rating 5 of 5. Salah satu film yang masih menyisakan decak kagum saya sampai sekarang.

The Prestige. Cerita tentang 2 orang sahabat, pesulap/ilusionis Robert Angier (Hugh Jackman) dan Alfred Borden (Christian Bale). Karena suatu insiden, keduanya menjadi bermusuhan.

Jika Anda mengharapkan aksi laga dari film ini, mungkin Anda akan kecewa. Ini adalah film dimana Anda harus mikir untuk bisa memahami jalan ceritanya. Ditambah lagi jalan ceritanya yang banyak perpindah dari masa sekarang ke masa lalu. Cukup memusingkan. Tapi … justru disanalah letak keindahannya. Tapi jangan khawatir, asalkan Anda memperhatikannya dengan baik, tidak banyak ngobrol saat nonton atau sibuk ngurusin cemilan, film ini bisa difahami dengan baik.

Tipe film-film yang bikin orang mikir … rada-rada mirip dengan film-filmnya M. Night Shyamalan, seperti Sixth Sense, The Village, The Other dan yang lainnya. Dimana ending-nya itu benar-benar diluar dugaan. Begitu juga dengan film ini. Berbagai kesimpulan yang Anda buat ditengah cerita, mungkin akan berbeda total saat memasuki 5 menit terakhir film. Benar-benar kejutan.

Every great magic trick consists of three acts. The first act is called “The Pledge”; The second act is called “The Turn”. I take the ordinary something. And I make it do something extraordinary. But you wouldn’t clap yet, because making something disappear isn’t enough. You have to bring it back.
Now, you’re looking for a sicret, but you won’t find it, because you don’t really want to know. You want to be fooled.

The Prestige – Epilogue.

SPOILERS ALERT!

No happy ending in this movie. Kedua tokoh utama film ini mati. Tapi, secara moral mereka memang bukan orang baik. They don’t deserve happy ending.

Comments on: "The Prestige" (2)

  1. Yugo Risfriwan said:

    I agree. . .

    aku bertepuk tangan setelah film mencapai bagian credits. . .

    tak bisa disangkal film ini memang film yang luar biasa. . .

  2. Habiz nonton film ini jadi inget komentar salah satu kritikus,, “Ini adalah film yang ingin anda tonton berulang kali!”

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.