Mungkin terdengar agak sedikit ‘lucu’,
“Cinta itu seperti jelangkung“.
Datang tidak dijemput,
Pulang tidak diantar.Ia datang tanpa dicari,
Tanpa disadari, selama ini ia ada disampingnya.
Tapi celakanya semua disadari
sesaat setelah ia pergi.Ia berlari meraih tangannya, memohon kepadanya.
“Aku mencintaimu, maafkan selama ini kalau aku tidak
pernah memiliki cukup kata untuk menggungkapkannya,
sedikit perbuatan sehingga membuatmu ragu”“Aku mencintaimu! Jangan pergi!
tetaplah disini, disampingku!”
Namun terlambat, sayap telah membawanya pergi,
Meninggalkan banyak penyesalan.Alangkah bahagianya orang yang bisa
merasakan cinta ketika ia ada,
mencintai cinta disaat kesempatan itu ada.Betapa malangnya pria ini.
Marah, menyesali kebodohannya sendiri.
Sepanjang hari menghukum dirinya dengan penyesalan.“Mengapa…
Mengapa…
Mengapa…by pujangga.net
Cinta itu seperti …. “Jelangkung”
Agustus 12, 2007




Comments on: "Cinta itu seperti …. “Jelangkung”" (6)
emmm. ini pengalaman pribadi tay?
Lagi patah hati? Curhat donk, ditunggu lho…
Menyesali masa lalu tak ada gunanya, Tay.
Tenang aja, ntar juga u will found ur true love n then u wont said cinta itu spt jelangkung tp Love is a Gift!!!
hehehe cian amat nih pujangga…
tapi yang antik dari seorang pujangga…
semua peristiwa dalam hidup bisa jadi inspirasi…
jadi don’t worry be happy…
cinta sejati akan lulus ujian waktu…
dan waktu itu kau akan mengenalinya
biNun…
but i think this kind of experience will sharpen your sense then :p