Code is poetry

“Gimana rasanya pacaran?”

Saat aku awal aku memiliki seorang kekasih, orang bertanya: duh, dah punya cewe yah sekarang… gimana rasanya?

Rasanya seperti: Naik gunung!

Susah payah mendaki
Sampai dipuncak: hah… akhirnya.
Dari atas memang dunia tampak lebih indah.
Tapi disaat yang sama,
ia juga melihat masih banyak puncak gunung yang lebih tinggi,
betapa kecilnya gunung tempat ia berpijak pada saat ini.

Apakah cukup aku mendirikan rumahku diatas digunung ini?
Atau bolehkah aku mendaki gunung itu?
yang lebih tinggi,
yang lebih indah.

Salah satu hal penting yang aku coba belajar adalah berkata cukup.
Menyadari, pencarian akan yang terbaik adalah pencarian yang tiada akhir.
Karena, akan selalu ada yang lebih baik.

Comments on: "“Gimana rasanya pacaran?”" (3)

  1. Ivanna Susanty said:

    cukup… cekap… enough… goule… ^^,

  2. walau gunung itu kecil.. tapi gunung itulah tempat kamu berpijak sekarang..

    btw baru jadian juga? congrats yah :D

  3. Maya Aprilia said:

    Tay, I just wanna say….no body perfect in the world

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.