Code is poetry

Perjaka Terakhir

perjaka terakhir20 menit pertama nonton Perjaka Terakhir serasa nonton film warkop. Jadi, jika film ini muncul 20 tahun yang lalu, mungkin saya akan mendapati film ini sangat lucu. Tapi buat saya sekarang, saya merasa film ini terlalu lebai. Rating 1.5 dari 5.

Ceritanya terlalu dibuat-buat, banyak unsur komedinya yang terlalu dipaksakan, membosankan, dan mudah ditebak. Agak nyesel juga nonton film ini.

Aksi laga yang pada film ini pun, terlalu garing. Kayak film action buat anak SD. Tapi untuk ditonton anak SD pun film ini terlalu vulgar. Hal itu menjadikan film ini serba nanggung. Ga rame ah!

Di internet heboh-hebohnya karena Fahrani tampil topless, tapi … ah ga ada apa-apanya. Cuma keliatan tato dipunggung doang, itu pun cuma sekelibet, kurang dari 1 detik. Yah, biasa! tehnik marketing, bikin heboh.

Gw suka nonton film Indonesia. Tapi untuk yang satu ini, gw ngga rekomen.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.