
Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekah.
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza.
Tapi, aku ingin habiskan waktuku di sisimu, sayangku.
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah Mendalawangi.Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di Danang.
Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra.
Tapi aku ingin mati di sisimu, manisku.
Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya.
Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu.Mari sini, sayangku.
Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku.
Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung.
Kita tak pernah menanamkan apa-apa,
kita takkan pernah kehilangan apa-apa.
(CSD, Selasa, 11 November 1969)
Note:
15 Desember 1969, Soe Hok Gie bersama kawan-kawannya Herman Lantang, Abdul Rahman, Idhan Lubis, Aristides Katoppo, Rudy Badil, Freddy Lasut, Anton Wiyana berangkat menuju Puncak Semeru melalui kawasan Tengger. Soe Hok Gie ingin bisa merayakan ulang tahunnya yang ke 27 di atap tertinggi Pulau Jawa tersebut. Tanggal 16 Desember, di tengah angin kencang di ketinggian 3.676 meter (dari atas permukaan laut), Hok Gie, Idhan, Rahman terserang gas beracun. Hok Gie dan Idhan berada dalam posisi yang tidak menguntungkan dan nyawa mereka tidak sempat tertolong.
Bagi Soe Hok Gie, gunung adalah tempat untuk menguji kepribadian dan keteguhan hati seseorang. Ia juga mengatakan: “Hanya di puncak gunung aku merasa bersih.” Tapi lebih dari itu, kecintaannya pada alam adalah bagian penting dari kejiwaan cinta-Tanah Airnya.




Comments on: "Soe Hok Gie: Puisi “Terakhir”" (17)
kaka mau MP3nya ada nggak tentang puisi gie terakhir.. kalo nggak ada dimana yah saya bisa nemuinnya…
MP3 puisi terakhir gie? maksudnya? lagu?
plissssssssssss….. saya dah pusing buat nyarinya…
kalo ketemu kirimin ke brevabrew@yahoo.com
wah salut……
gw seneng sekali ma puisi nya gie tentang nya dia flm nya jga bgus
beberapa hari terakhir ini lagi gandrungi and ngumpuli puisi puisi karya GIE penghargaan tertinggi buat karya nya yang eksotis dan buat pemilik blog ini salam kenal bang…
salam kenal
MAKSUD puisinya??? kga ngerti w!!!!!!
jelasin donk!!!!
intinya …
nasib orang beda-beda.
n masing-masing orang kesenangannya beda2.
tapi … klo boleh milih … “gie” lebih memilih bersama “orang yang ia cintai”
menghabiskan waktu bersama, … susah senang bersama.
get it?
gila.. selama ini q baru sadar ,, ternyata tokoh “GIE” adalah seorang yang “gue banget..” hehehehe…
maksede, q punya asa yang seperti dia.. …
baru hari ini q sadari…
cie.. cie… cie…
salurin dong …
kali2 bisa coba bikin “puisi” juga
http://www.indowebster.com/puisi_soe_hok_gie.html
di situ aku dapet mp3nya
thx dj
mapala indonesia tatap jaya,
lanjutkn perjuangan gie
Puisi gie mang dalem banget….tegas Plus puitis (eh melankolis)….lam kenal buat pemilik blog….gue jg programmer melankolis
GIE manteppp euy
pengen ngikuti JEJAknya