Bagai bernostalgia dengan film-film mitologi jaman dulu, begitulah kesannya setelah menyaksikan film ini. Jadi keingetan serial Hercules & Xena yang dulu selalu diputar setiap minggu siang di RCTI. Saya sendiri jadi keingetan film Hercules in New York. Namun memang, dengan plot cerita yang lebih modern, dan penggarapan yang lebih serius, baik dalam hal biaya produksi dan VFX dalam film ini memberikan WOW FACTOR lebih kepada setiap orang yang menyaksikan film ini.
Percy Jackson and the Olympians: The Lightning Thief bercerita tentang seorang remaja, Percy Jackson (Logan Lerman) seorang demigod (manusia setengah dewa) anak dari Poseidon, dituduh telah mencuri The Lightning Bolt (senjata pamungkas Zeus).
Untuk mencegah peperangan yang akan terjadi karena hilangnya senjata itu, Percy berusaha membuktikan bahwa ia bukanlah pencuri The Lightning Bolt, sekaligus menemukan siapa pencuri sebenarnya.
Filmnya tipe-tipe cerita seri Harry Potter-lah. Kisaran sihir dan mahluk-makluk mitologi. Cuma memang unsur actionnya lebih kental dibanding Harry Potter.
Tapi, seperti halnya film-film adaptasi novel, kemungkinan banyak bagian cerita yang dihilangkan dari versi aslinya dinovel. Saya sendiri belum membaca novel aslinya, tapi memang dari filmnya pun saya bisa merasakan beberapa loncatan cerita yang membuat jalan ceritanya terlalu cepat n kurang nyambung.
Tapi, meskipun demikian, it’s a great movie. Unsur humor yang diselipkan dalam film ini cukup menghibur, membuatnya menjadi tontonan yang pas untuk ditonton rame-rame bareng temen.
Rating: 4.5 of 5



