Code is poetry

Robin Hood

Robin Hood

Selalu tertarik dengan kisah klasik yang kembali di-remake (apalagi sekarang yang maennya Russell Crowe). Buat saya, Robin Hood itu seperti ceritaan Cinderela Story, dimana pendekar tampan, menyelamatkan rakyat dari tirani dan sang putri yang cantik. Setidaknya, begitulah yang diceritakan Robin Hood difilm-film sebelumnya. Tapi semuanya itu hilang setelah nonton Robin Hood yang satu ini.

Robin HoodPada dasar ini film ini adalah prequel. Menceritakan Robin Longstride, sebelum ia menjadi Robin Loxley, sebelum ia menjadi Robin Hood. Jadi lupakan ceritaan pendekar memanah yang merampok dari si kaya untuk yang miskin, lupakan Marion yang cantik. Yang ada, perang kolosal yang brutal, dan Marion sebagai ibu janda tua.

Buat saya Robin Hood ini lebih terkesan seperti film Gladiator versi Inggris (mungkin karena karakter Russell Crowe yang sudah begitu kental dengan Maximus Aurelius dalam Gladiator).

Banyak ngobrol, less humor, too serious. Berbeda dengan Robin Hood versi Kevin Cosner yang lebih kocak. Kalau dari segi cerita, memang bagus, lebih menyentuh hati. Tapi, karena sangking bedanya dari cerita-cerita Robin Hood yang kita kenal, jadinya ngga serasa nonton Robin Hood.

Rating: 3 of 5.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.