Archive for the ‘Things I wrote’ Category
Indahnya Jatuh Cinta
Jatuh cinta itu indah. Tapi lebih indah jika dua orang itu saling mencintai. Bahkan jauh yang lebih indah adalah dua orang saling mencintai yang diijinkan menjadi satu. Tapi, yang terindah dari semuanya adalah dua orang yang saling mencintai itu hidup berkenan dihadapan Allah dan manusia.
“Gimana rasanya pacaran?”
Saat aku awal aku memiliki seorang kekasih, orang bertanya: duh, dah punya cewe yah sekarang… gimana rasanya? Rasanya seperti: Naik gunung! Susah payah mendaki Sampai dipuncak: hah… akhirnya. Dari atas memang dunia tampak lebih indah. Tapi disaat yang sama, ia juga melihat masih banyak puncak gunung yang lebih tinggi, betapa kecilnya gunung tempat ia berpijak [...]
Cinta itu …
Untuk cinta itu, menunggu aku bisa. Untuk cinta itu, banyak hal bisa kulakukan. Untuk cinta itu, menyerah adalah tidak ada. Tapi (sadar), untuk cinta itu juga, nalarku harus berfikir lebih keras. Karena cinta juga, harus masuk akal.
Kamu dimana?
Orang bilang: cinta itu tidak harus saling memiliki … OK lah! anggap saja itu benar. Tapi, dimanakah kamu saat aku membutuhkanmu? (walau hanya sebagai teman) Sebagai teman … akan selalu ada pagar yang lebih tinggi, sehingga kita tidak lagi bisa seperti dulu. andai saja… andai saja… aku boleh memiliki.
Mata Ketiga
Sudah berapa lama kita tidak bertemu?!? Setahun … dua tahun … tiga tahun … ah ….! Ya! 3 tahun. Waktu itu, aku ingat kau masih mengenakan seragam putih abu. Didepan lab, waktu jam istirahat. Pertemuan singkat, perkenalan singkat, percapakan singkat. Mungkin kau tidak tahu, betapa hal itu begitu berarti buatku. Tapi, apakah kau masih mengingat [...]
Bintang
Aku merindukanmu, seperti malam merindukan bintang. Karna tanpamu, malam hanyalah gelap. Tanpamu, tiada aku sempurna.
Salam Rindu
Angin, sampaikan salam rinduku padanya, ceritakan betapa aku masih. Tanyakan, bilakah mereka putus? karena besar masih sayang dan harapku.
Undo
I’ve made a mistake. I search for the UNDO button, but can’t find it. I keep pressing Ctrl+Z, but nothing seem to happen. ’till then I realize, I live in the real world. I wish life has an UNDO button. If there’s no, I really wish for a second chance.



