NGENEST: A fine story from Ernest Prakasa

film ngenest 1

Sangat menghibur! walau plot ceritanya terasa agak maksa. Walau film ini bukan masterpiece, tapi cukup menghibur. Banyak ide yang mengangkat topik yang sensitif dalam lingkungan orang cina. Masalah ras, masalah agama, masalah budaya …, sebagian memang fakta, sebagian adalah fakta yang mungkin agak exaggerated, sehingga (saya percaya setiap orang cina yang nonton film ini, pasti ada momen ia merengutkan keningnya. Entah itu karena merasa ada kesamaan pengalaman, atau … perasaan ga gitu deh!

Ada juga celetukan khas sunda yang emang agak jarang terdengar di film-film bioskop. Kalau urang sunda yang nonton mah, pasti ketawa da!

Walau pun sama sekali tidak ada suatu adegan dengan tampilan sensual, tapi banyak ide komedi yang bersifat sangat vulgar. Hal ini menjadikan film ini tidak akan cocok ditonton bersama dengan anak-anak dibawah umum.

Overall, it’s a good movie. On En Tay’s rating scale, I give this one 4 of 5.

Word of wisdom:

… waktu itu bukan ‘cuma’. Waktu yang kau buang sekarang adalah waktu yang kau pinjam dari masa depan

Tidak semua yang kita inginkan akan terwujud dan tidak semua yang kita takutkan akan terjadi.

Ten Commandment (1956): Moses & Sephora

Moses & Sephora

Sephora:

She was very beautiful, wasn’t she?
This woman of Egypt who left her scar upon your heart.
Her skin was white as curd.
Her eyes, green as the cedars of Lebanon.
Her lips, tamarisk honey.
Like the breast of a dove, her arms were soft.
And the wine of desire was in her veins.

Moses:

Yes. She was beautiful… as a jewel.

Sephora:

A jewel has brilliant fire, but gives no warmth.
Our hands are not so soft, but they can serve.
Our bodies not so white, but they are strong.
Our lips are not perfumed… but they speak the truth.
Love is not an art to us.
It’s life to us.
We are not dressed in gold and fine linen.
Strength and honor are our clothing.
Our tents are not the columned halls of Egypt, but our children play happily before them.
We can offer you little… but we offer all we have.

Moses:

I have not little, Sephora. I have nothing.

Sephora:

Nothing from some is more than gold from others.

Moses:

You would fill the emptiness of my heart?

Sephora:

I could never fill all of it, Moses. But I shall not be jealous of a memory.

 

Cinta Tak Harus Memiliki

“Cinta tak harus memiliki”
Kalimat tersebut sangat klise rasanya terdengar. Tapi bagi yg pernah merasakannya, itu berarti sangat dalam. Ingin tahu apa saja di dalamnya?
Disana terdapat ketulusan, keikhlasan, pembelajaran, pendewasaan, dan arti cinta sejati sesungguhnya.

Saat kita dipertemukan dengan perasaan yang namanya CINTA, dan dgn mudah itu dimiliki, mungkin rasanya akan menjadi biasa.
Namun ketika cinta itu sulit dimiliki, ingat, itu bukan berarti Sang Cupid salah melepaskan anak panah cintanya.
Anak panah yg dilepaskannya itu tidak memilih siapa, apa, bagaimana, yang normal bahkan tak masuk akal. Dia hanya menjalankan tugasnya dan tidak bertanggung jawab setelahnya.
Misteri… Ya.. Cinta adalah misteri. Tapi semua manusia mutlak memilikinya.
Sejak kita belum mengenal dunia ini, sudah ditetapkan pemberian cinta untuk kita masing-masing. Siapa, kapan, dimana, bagaimana, dan berapa kali kita menemukan cinta dalam satu kesempatan hidup di dunia.

Saat kita sudah dipasangkan dgn pasangan hidup lalu dipersatukan dgn satu ikatan suci. Dan ketika itu pula Sang Cupid melepaskan anak panahnya kembali, hati-hati!
Jangan terlalu merasakan cinta yang dianggap luar biasa. Hadirnya perlu kita pandangi, cermati, pelajari seberapa dalam tancapan anak panah itu mengenai kita.
Tak perlu terburu-buru melampiaskan semua perasaan, tak perlu buru-buru mengorbankan hal yang masih layak kau pertahankan.

Sudah cukup tenang jika cinta itu berbalas, meski pertemuannya hanya dalam terowongan yang kita buat. Yang dimana kita bisa saling mencurahkan segala perasaan, merasakan kehangatan dalam pelukan, merasa nyaman dalam dekapan, meski itu hanya terjadi beberapa saat, lalu kemudian kita keluar dari terowongan kembali ke pemilik kita masing-masing.

Dari situ kita bisa dapatkan arti ketulusan, dimana kita bisa berikan cinta dan kasih sayang, dengan tidak menuntut untuk memiliki cinta itu sepenuhnya, tidak meminta satu apapun darinya kecuali balasan cinta yang sederhana.
Lalu keikhlasan. Saat kita membiarkan dia kembali ke pelukan pada tempat yang layak, jangan pernah merasa kalah dan terbuang. Sadari bahwa itu tempat dia sebenarnya, meski mungkin pelukan kita bisa jadi lebih hangat.
Kemudian pembelajaran. Saat kita mengetahui bahwa dia sangat mencintai apa yang telah dimilikinya, dan kita belum bisa seperti dia. Jangan cemburu. Dari situ kita bisa belajar bagaimana mencintai dan menjaga sesuatu yang sudah kita miliki sebelumnya.
Selanjutnya dengan begitu akan menumbuhkan kedewasaan untuk kita. Dimana kita bisa menjaga perasaan orang sekeliling kita, menyayangi dengan selayaknya, tidak membiarkannya kecewa, apalagi meninggalkannya hanya karena ambisi ingin memiliki satu cinta baru.

Sejatinya cinta mengajarkan kesabaran, ketulusan, keikhlasan, menjadikan dewasa. Cinta selalu menumbuhkan kebahagiaan meski tak bisa digenggam.

Jika cinta yg kau temui membuatmu bahagia, pertahankan, terus rangkai sampai menjadi besar, tumbuh, dan selalu bersemi.

Cinta semacam ini bukan kesalahan atau dosa yang indah. Ingat, cinta tak pernah salah, tidak untuk dipersalahkan dan tidak juga untuk menyalahkan.
Nikmati saja yang indah ini dalam hati. Ada cinta yang harus dijalani dalam nyata, juga ada cinta yang dirasakan oleh hati dalam mimpi.
Percaya, bahwa mimpi pun satu saat akan bisa menjadi nyata.

Cinta memang banyak bentuknya, dan ini salah satunya “cinta yang tidak harus memiliki”.

(E.L.)