My Christmas …

Natal tahun ini … kebagean ngurus pertunjukan sekolah minggu nih. Aih … kaget. Tadinya gw cuma mau usulin cerita buat pertunjukan. Eh… malah kebagean ngurus juga lagi. :p Duh … sempet panik juga sih. Soalnya, seumur-umur blon pernah punya pengalaman me-manage sesuatu dan bisa berhasil dengan baik. Biasanya, acara yang gw manage berakhir dengan kekacauan 😀

Tapi … yah, klo udah dipasrahin tanggung jawab ya … kerjain aja deh. Yang penting giving my best. Ternyata, ngelatih anak-anak sekolah minggu pertunjukan teh … lumayan mumet. Tapi … tantangan.

Pertunjukannya sekitar 10 menit. Dialognya direkap via PDA, di edit pake Adobe Audition 2.0 di komputer hasilnya … lumayan. Hasilnya dalam format MP3. Tapi be-te nya, hari-hari terakhir sebelum hari H-nya. Eh… komputerku ngadat. 😦 akhirnya … pertunjukan menggunakan hasil edit suara yang seadanya.

Pertunjukan tentang “Persembahan hidup buat Tuhan”. Cerita tentang anak yang memberi hidupnya buat Tuhan. Overall, semuanya berjalan lancar. Tapi menurut gw sendiri, semuanya nggak maksimal. Mempersiapkan pertunjukan natal (buat Tuhan) ternyata bukan hal yang mudah. Gw inget ada quote:

God is not looking for people who has ability, but avalaibility. If we showed dependability, He would increase our capability.

Jadi, kalau Tuhan memberi kita kepercayaan untuk melayani Dia, lakuin aja deh! Jangan pesimis duluan. Melakukan dengan segenap kemampuan kita bukan hal yang utama, yang terpenting adalah kita bisa melakukannya dengan segenap hati kita (toh kalau kita melakukan dengan segenap hati, kita akan melakukannya dengan segenap hati). Itulah pelajaran yang kudapat dari natal tahun ini.

Merry Christmas to all

Sekarang, malem taun baru … 😦 komputer gw lagi di-opname di rumah sakit BEC. Mungkin baru bisa diambil lagi minggu depan. Teman-temanku … mungkin masing-masing lagi sibuk ama yayang-nya masing-masing. Sedangkan daku … seorang diri terkurung disebuah desa bernama Sumedang. 😦 hiks … 😦 menyedihkan. Tapi, meskipun demikian, bagi teman-temanku (kalau ada) yang baca BLOG-ku, selamat tahun baru deh! 😉

Iklan

Musibah…

Menjelang natal … komputerku yang biasa dipake kerja, Pentium 4. Eh… malah ngedadak ngadat. 😦 Tak lama kemudian, eh … FlashDisk USB gw ilang. 😦

Sekarang komputerku lagi ditempat servis juga nih. 😦
My computer is my best friend. Now, when she’s not around, I feel less of my self

My Christmas … quite unique. Banyak yang gw mau post, tapi berhubung sekarang gw harus ke WARNET buat bisa konek internet … blon ada mood nih buat post BLOG. 😦

Jadi yah … mohon doa restunya aja deh, doain supaya kompi ku cepet sebuh (amin).

Dear Santa

Seeing wish list from Eric and Paul, I want to make my own wish list too. 😀

My ComputerDear Santa, this is my computer. It’s PENTIUM 166Mhz with VGA S3 Virge 4MB, 63 EDO RAM, Sound Blaster 16 ISA, 13GB Hard drive. It had been more than 8 years since she came into my life. We always learn from each other. From her, I learn that every computer had a soul, and it soul came from it’s owner. It mean that if you tap in to my computer, you’ll see part of me, what I do for living, my hobby, who I love, my soul, my conscience, my logic, my mind, and my believe. A good and a dark side of every mind can be seen from it’s computer. She taught me such a great lesson. With out her, I wouldn’t be as I am right now.

But, nothing last forever. Now, she can’t anymore support new programs such as Windows XP, DELPHI 8, BORLAND J BULDER, Linux Mandrake 11 X-Window, MS SQL Server 2003, and so on.

Beside that, many of her hardware components were wear off. Now, she cannot restart her self, to restart I had to power-off the computer, and turn it on again. Her BIOS batteries is also wear off, now I have to set her date and time on every time I turn on my computer. There also something from with it’s VGA, USB port, processor fan, casing, and so on.

But, even so, I still love my computer, she’s one of my precious thing I have. So Santa, please pimp my computer.

(p.s: my house does not have a chimney, so if you come, just use a door bell)

Shadow of Colossus

Akhirnya … Shadow of Colossus. Setelah lebih dari 2 jam perjuangan melawan 16th Colossus, total gameplay 15 jam 30 menit, akhirnya berakhir. Walau ending tidak “seindah” yang dibayangkan, tapi … it’s nice. Seperti cerita Romeo & Juliet, Sampek & Eng Tai, kadang film/game dengan ending yang tragis memberi kesan lebih dalam.

Tapi, meskipun demikian, It’s a GREAT GAME, if you’re an action lover, this is a game you must play.

Photography tips #61

goyangInilah yang terjadi kalau diacara resepsi nikah, foto-foto pake kamera poket (ringan), dengan tangan yang sebelumnya dipake pegang piring (waktu makan) sampe gemeteran. Jadinya … 😦

Jadi, tips! Kalau mau diacara makan-makan mau foto-foto pake kamera poket, jangan makan dulu! 😀 soalnya piring (ondangan yang biasanya beratnya bisa >1kg) bisa bikin tangan gemeteran. 😀