“Mungpung lagi ada Subsidi (SLT) …”

Dulu … waktu BBM mau naik, sebagian besar masyarakat mengeluh sebagai “pengobatnya” maka diberikan Subsidi Langsung Tunai (SLT). Dengan maksud agar Subsidi yang asalnya untuk BBM dialihkan kebentuk subsidi yg lebih tepat sasaran.

Kalau dipikir … mungkin dengan cara ini bisa dikatakan subsidi lebih tepat sasaran. Subsidi BBM sebagian besar hanya bisa dinikmati masyarakan menengah atas, dengan SLT, setidaknya masyarakat bawah bisa ikut menikmati subsidi dalam bentuk yang lebih riil.

Walau memang, pada pelaksaannya banyak terjadi penyimpangan, tapi saya pribadi menganggap itu sebagai hal yang wajar, dalam artian, dilapangan memang dapat dibayangkan, betapa sulit menentukan mana kelompok masyarakat yang layak dan tidak layak untuk menerima SLT itu, mengingat kriteria-kriterianya yang semu.

Pada tanggal 15 kemarin, mendadak warung orang tua saya … agak laris. Para pembeli berdatangan untuk belanja, agak royal.
Orang yang biasa beli rokok 1 bungkus, sekarang beli 1 pak.
Ada yang beli rokok biasa rokok Rp. 5000, sekarang beli rokok Rp. 7500, 3 bungkus sekalian.
Ada yang beli makanan kiloan 1 ons-2 ons, sekarang borong ngga tanggung-tanggung 1 kilo.
Hampir semuanya seragam, bayar pakai uang Rp. 100.000,- yang masih ditempel pakai staples.

Nah, ini nih, orang-orang yang baru didapet SLT.
Kadang aneh juga, dapet subsidi, bukannya dipake buat bener, eh … malah dipake buat makan & rokok doang. Mungpang-mungpung dapet duit, gratis … pake senang-senang!
Gimana mau maju?!?😦
Jadi, menurut saya SLT bukan tidak tepat sasaran, tapi tidak tepat guna.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s