Kamen Rider: The First – Movie

Kamen Rider: The FirstRating 3.5 of 5

Love Kamen Rider? Kalau Anda adalah penggemar Kamen Rider, saya rasa Anda akan suka film yang satu ini.

Kamen Rider -The First ini adalah remake dari Kamen Rider yang pertama dirilis tahun 1971, TV series sebanyak 98 episode (Hmm… klo diputer 1 minggu 1x, mungkin nyampe 2 tahun kali ya). Kesuksesannya itu melahirkan generasi-generasi Kamen Rider selanjutnya. Kamen Rider V3, Kamen Rider Stronger, Kamen Rider Amazon, Kamen Rider RX, sampai terakhir (tahun 2006) Kamen Rider Kabuto. Saya tidak tahu ada berapa generasi Kamen Rider sampai saat ini (sangking banyaknya), tapi saya menghitung jumlahnya mencapai lebih dari 20 generasi. (Woooo…!)

The First Kamen RiderSaya ingat, generasi Kamen Rider pertama yang poluler di Indonesia adalah Kamen Rider RX, yang diputar di RCTI, tahun 1992-1993 an. Jadi, saya sendiri belum pernah menyaksikan Kamen Rider (pertama) ini. Toh kalau pun nonton, pasti super garing (mungkin). 😀

Setelah 34 tahun, akhirnya film ini di-remake, dengan teknologi VFX yang lebih baik dan cerita yang lebih dewasa, tapi tetap mempertahankan ke-klasikan-nya. Alhasil, walaupun cerita lama, tapi cukup memberikan kesan mendalam.

Beberapa kalangan menyesalkan akan penggarapan film ini yang (katanya) sama sekali tidak mirip dengan Kamen Rider pertama, ia memiliki kecenderungan masuk kedalam genre adult drama dibanding film anak-anak. Tapi, saya pribadi … tidak ada masalah dengan itu, toh kalau dibanding-bandingkan dengan generasi-generasi Kamen Rider sekarang pun, punya banyak kecenderungan untuk digolongkan kedalam gendre adult drama.

Juga ada yang kecewa, karena Kamen Rider ini tidak memiliki henshin move. Juga untuk hal lainnya, belalang tempur yang tidak lain dari motor biasa, dan tendangan maut yang tidak disertai dengan VFX. Tapi, tak apalah, justru menurut saya hal itu membuat Kamen Rider ini terlihat lebih manusiawi.

Pokoknya … Kamen Rider, KEREN! 😉

Linux! Oh, Linux!

Terakhir pake Linux itu … Mandrake 5.x. Cukup memuaskan. Tapi karena tuntutan profesi banyak di windows, akhirnya saya “tinggalkan” dulu Linux untuk beberapa waktu.

Nah, sekarang. Berhubung ada musim sweeping windows lagi. Beberapa klient saya minta install linux. 😀 Akhirnya, saya pun punya alasan untuk kembali ke Linux.

Kalau dibanding dulu, Linux sekarang … bener-bener enakeun lah! Kemaren coba Linux UBUNTU. 1 CD, tapi sebagai workstation, bener-bener kumplit! Hebat lah!

Untuk server … nah, ini masalahnya. Udah nyoba 4 distro linux, ngga ada yang cocok. Tidak bisa berjalan dengan benar. 😦

Hah…! beneran deh! 😦 jadi inget kata suhu linux saya dulu. “… nginstall linux mah, jangan terlalu berharap sekali install langsung jalan …”. Bener deh!

My (fake) Wedding

Sangking isengnya, ngga ada kerjaan. Beberapa waktu lalu, saya coba-coba lagi (iseng) ngasah otak-photoshop-ku. 😀 Dah lama nih, ngga potong-potong kepala orang. 😀

Pengen coba ikutan temen-temen di friendster yang bikin sensasi dengan ganti single ke married. Cuma aja, untuk yang ini saya coba sekalian bikin fotonya. 😀

Cari kamera yang rada bagus buat foto diri, cari foto seorang artis yang kurang dikenal di google, cari foto studio seseorang yang tidak dikenal di flickr. Dan … jadilah … !
fake wedding pictureMungkin sudah hampir 2 bulan foto ini nampang di profil friendster-ku. Langsung deh, setelah beberapa hari temen-temen pada kirim message & testi. “En Tay, kapan married, kok ngga ngondang-ngondang sih…”. Gitu kurang lebih.

Ternyata, menyenangkan juga. Duh, jadi pengen cepet-cepet nih, yang benerannya. 😀
Tapi, jangan lama-lama ah. Nanti ada salah sangka beneran lagih. Kasian khan, pada gadis-gadis yang telah menaruh harapannya padaku. 😀 😀 😀 he..he..
Juga beberapa testi sehubungan dengan hal itu juga dihapus dulu ya. 😉
Pokoknya, perhatian temen-temen, yang udah ngasih testi & message. Masih deh! 😉 Kalau kelak harinya tiba, kalian tidak akan dilupakan. 😀 (amin… amin… amin… )

Miss Indonesia 2006

Pemilihan Miss Indonesia, RCTI 5 Agustus 2006.

Kalau dibanding Miss Universe … duh rada garing juga. Pas tiap kontestan naik ke panggung untuk diperkenalkan, gaya jalannya itu … duh. Kayak ngga pernah latihan aja. Padahal, selama masa karantina pasti dong, ada penata gaya yang mengatur cara mereka berjalan diatas panggung. Tapi, ya sudahlah! itu tidak perlu terlalu dipermasalahkan.

Untuk Miss Indonesia 2006 ini, pilihan jatuh pada wakil dari Sulawesi Utara, Kristina Virginia B (Kristy), kelahiran Manado, 7 Mei 1985, 172cm/21th, Mahasiswi Universitas sam Ratulangi Fakultas Ekonomi.

Menurut saya sih, kasusnya rada mirip Nadine Chandra lagi deh (tapi yang ini rada mending). Entah kenapa (maaf, ini opini pribadi). Dari penyisihan 5 besar ke 3 besar, yang tersisih justru kontestan yang (menurut saya) bisa menjawab pertanyaan dari juri dengan baik. Katanya sih, nilainya itu dikumulasikan dengan nilai yang mereka dapat sejak mereka masuk masa karantina. Tapi, yang dilihat masyarakat lewat layar kaca kan cuma dari pertanyaan yang dijawab. Sehingga akhirnya ajang pemilihan Miss Indonesia ini “terkesan” agak subjektif.

Tapi, maaf lho, ini cuma opini pribadi. Lagi pula, proses sebenarnya yang terjadi behind the scene dari pemilihan Miss Indonesia itu sendiri saya tidak tahu.
Satu lagi yang saya “sesalkan” dari pemilihan Miss Indonesia ini. Kok hadiah untuk pemenang cuma Rp. 50 juta rupiah sih?!? (kalau itu yang saya dengar saat pengumuman pemenang di RCTI kemarin). Setelah melewati masa karantina yang cukup lama … sekarang cuma dapet Rp. 50 juta. Padahal, banya quiz lain di RCTI, yang asal nebak A & B saja bisa dapet duit lebih gede dari itu. 😦
Tapi kalau bicara soal beauty. Miss dari Sulawesi Utara memang cukup menarik. Tapi menurut saya pribadi, dari semua yang ada, cakep itu “Miss” Susan Bachtiar, yang laen LEWAT. 😀 Pembawa acaranya. Duh, beneran deh. Sejak model majalah ANEKA, sampe sekarang udah punya anak juga, masih tetep enak dipandang. Ditambah pada saat acara kemarin tampil bersama Tanto Wiyahya. Duh… duh… duh… kayak king and queen deh! He..he.. 😀

Selimut Hati

Selimut Hati, Rabu, 2 Agustus lalu adalah pemutaran perdananya.
Dulu saya sempat jadi peniknat sinetron, tapi sekarang, mungkin sinetron-sinetron cuma bisa dinikmati 3-5 episode pertamanya saja. Kalau ceritanya cukup bagus, mungkin bisa ditonton sampe 12-15 episode. Selanjutnya, biasanya cerita-ceritanya “ngelantur”.

Sebenarnya sinetron-sinetron Indonesia memiliki ide-ide cerita yang menarik (walau memang cukup banyak juga ide-ide cerita hasil “nyomot” dari film luar). Tapi sayang, terkadang justru ide cerita utama dari sinetron hanya ditekankan pada bagian episode-episode awal saja, episode selanjutnya, biasanya hanya menceritakan berbagai penderitaan dan kekejaman oleh tokoh antagonis cerita.

Ambil contoh sinetron ini. perhatikan sinopsis episode 1 disinetron ini dengan sinopsis global cerita. Keduanya hampir sama persis.

Berikut ini dikutip dari sinopsis episode 1

Karin dan Rasti adalah sepasang kakak beradik. Semenjak mereka kecil Karin selalu menjadi yang terbaik. Sampai-sampai Rasti merasa seluruh kasih sayang dan kebanggaan keluarga, tercurahkan kepada kakaknya. Seolah tak ada yang mempedulikan dirinya.Sampai mereka beranjak dewasa dan memiliki keluarga. Karin menikah dengan Wisnu, seorang karyawan di perusahaan biro iklan. Sementara Karin merupakan seorang model terkenal. Kemudian Karin melahirkan bayi laki-laki. Bu Wulan (ibu Wisnu), Dina (adik Wisnu), Rasti (adik Karin), Taufik Ramelan (ayah Karin) dan Utari (ibu Karin) terlihat bahagia tetapi tidak dengan Karin, dia takut tubuhnya menjadi rusak setelah melahirkan dan menyusui.

Karin tidak bertanggung jawab dengan Dandi (anak Karin) dan Wisnu. Dia terus mementingkan karir modelnya. Rasti dengan setia selalu membantu merawat Dandi. Sementara Karin selalu berlaku kasar terhadap Rasti. Sampai suatu hari Karin pergi meninggalkan Dandi dan Wisnu hanya untuk karir modelnya. Wisnu marah dan tidak ingin menerima Karin kembali.

Akhirnya untuk memperbaiki nama baik keluarga mereka, orang tua kedua belah pihak setuju untuk menikahkan Wisnu dengan Rasti. Hingga Karin mengetahui kabar tentang pernikahan mereka. Apa yang akan dilakukan Karin?

Kalimat terakhir “…Apa yang akan dilakukan Karin?” saya tampaknya agak yakin. Disanalah yang akan menjadi inti ceritanya. Mungkin mulai episode 3 dan seterusnya … sinetron ini hanya akan menceritakan intrik-intrik (kekejaman) Karin dan cerita tentang (penderitaan) Rasti.

Padahal kalau di-telenovela, cerita seperti episode 1 itu mungkin bisa dibuat setidaknya 4 sampai 10 episode. Memang tidak terlalu masalah kalau perubahan se-drastis itu (Wisnu meninggalkan Karin dan menikah dengan adiknya) dibuat dalam 1 episode, hanya saja kalau sebagian besar isi cerita nantinya cuma berisi tentang “…Apa yang akan dilakukan Karin?”, rasanya ngga seru dong! 😦
Hah … terlalu mudah ditebak.