Linux! Oh, Linux! (part II)

Sampai sekarang, mungkin hampir 10 tahun saya mengenal sistem operasi Linux. Saya pernah melakukan beberapa instalasi Linux sebagai server. Walau instalasi server yang saya lakukan cukup standar-standar saja, tapi kalau harus melakukan instalasi Linux sebagai workstation untuk keperluan kantor … yakinlah, BISA!

Maka dengan demikian, beberapa waktu lain, ketika saya mendapat tawaran dari sebuah kantor untuk melakukan instalasi Linux sebagai workstation, tanpa ragu saya terima. Karena saya pikir justru Linux untuk workstation lebih mudah dari pada setting server, lagi pula distro Linux zaman sekarang bisa dibilang sudah mirip dengan windows, jadi user awam pun tidak akan menemui terlalu banyak kesulitan.

Jika memungkinkan, dari total kurang lebih 40 komputer yang akan diinstal, semuanya menggunakan distro yang sama, agar memudahkan dalam pembuatan modul pelatihannya, dan maintenance-nya.
Pilihan pertama jatuh pada distro UBUNTU. Cuma 1 CD, paketnya didesain buat workstation (ada OpenOffice-nya), instalasinya mudah, dan yang penting system requirement-nya pun relatif ringan.

UBUNTU CDHari pertama instalasi … Oh my …, ternyata semua-nya out off expectation. Instal Linux buat workstation dengan spek komputer yang berbeda, tidak semudah yang dibayangkan. UBUNTU terbaru (versi 6.06), membutuhkan requirement memory 256MB. Sedangkan sebagian besar komputer masih menggunakan 128MB, jadinya harus mengalah menggunakan UBUNTU 5.10.

Masalah baru muncul ketika user hendak menggunakan program OpenOffice untuk keperluan mail merge. Ternyata, mail merge di OpenOffice memakan sangat lama. Masalahnya, user mungkin perlu men-generate dokumen mail merge sebanyak 200 halaman. Untuk data sebanyak itu, diperkirakan prosesnya bisa memakan waktu 2-3 jam. Itu pun baru 50% sudah hang duluan.

Tampaknya, OpenOffice masih belum bisa sepenuhnya diandalkan untuk menggantikan Microsoft Office. Sedangkan AbiWord, fasilitas mail merge-nya masih belum cukup memadai. Jadinya …, terpaksa harus coba dulu mencari alternatif program office lain (tapi blon nemu😦 )

Masalah kedua, adalah dengan SAMBA. Entah kenapa, SAMBA pada UBUNTU (versi 5.10 maupun versi 6.06), paketnya kurang sempurna, (katanya) harus update via internet kalau mau gampang. Kalau tidak, berarti harus dipatch secara manual. Kalau komputer tersambung ke internet sih mending, tapi klo stand-alone?!?😦 agak sulit. Kalau 1-2 komputer sih, nda apa. Tapi kalau sampai 40 komputer?!? Wew…!!! mending ganti distro deh.

Belum lagi beberapa masalah lain, ada komputer yang pas waktu install nya pun, sudah langsung hang. Mungkin masalah pada hardware, tapi kalau harus upgrade/ganti hardware hanya karena mau install linux khan … kurang efisien juga.😦

Jadinya, sekarang lagi bingung. Mau pake distro apa neh!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s