Menanti Menantu

Waktu Tahun Baru Imlek kemaren … SCTV memutar FTV Menanti Menantu. Konon judul awalnya adalah Ada Cinta dibalik Angpao. Hi..hi.. emang garing juga judulnya, pantes aja digantiπŸ˜€.

Menceritakan tentang seorang wanita dari keluarga yang totok (yang rada judeng). Ia adalah kakak tertua dari ketiga adik perempuannya. Seiring dengan bertambahnya usia, adik-adiknya menikah, tapi dia sendiri masih “betah” nge-jomblo. Akhirnya … menjelang sin cia, sang ayah menjanjikannya angpao 10juta … kalau dia bisa bawa calon menantu saat imlek nanti. Alhasil … dicari seseorang yang mau pura-puranya menjadi calon menantu (diperankan Jonathan Mulia). Pemeran cewe nya jutek, tapi cakep. Sapa ya namanya? ada yang tau?

Gw sendiri ngga nonton full, tapi … duh sejujurnya … rada garing. Entah kesalahannya dimana, ini kesalahan penulisnya atau sutradara atau produser atau … (whatever), ada beberapa hal yang dirasakan janggal.

  1. Rasanya … jarang jaman sekarang (orang yang totok) yang mau nikah secara adat sampe pake baju tradisional kayak difilm. Walaupun ingin menekankan budaya Cina, tapi rasanya tidak perlu se-extreme itu. Jadinya aneh, tidak wajar. Tapi … mungkin itu tolerable.
  2. Dalam percakapan sehari-hari, orang keturunan cina sendiri sebenernya jarang sekali yang menyebut kata imlek untuk tahun baru, mereka lebih sering menyebutnya sin cia (at least begitulah dilingkungan gw). Tapi … yang ini tolerable juga.
  3. Wo ai ni … ni ai wo …πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€ perkataan Jonathan Mulia menjelang akhir yang diucapkan dengan nada datar.πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€ Waaaa… adegan yang seharusnya romantis menjadi adegan yang sangat menggelitik. Perkataan yang saat tidak lazim. Duh … anak muda jaman sekarang mana ada yang yang ngomong kayak gitu.πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

Ada bagusnya penulis … sutradara … produser … (or whatever) bisa bikin film yang berhubungan dengan budaya suatu bangsa … ia bisa lebih teliti dan memiliki gambaran yang lebih up-to-date tentang keadaannya dimasyarakat.

Tapi … ya udah lah … jarang-jarang ada film kayak gini diputer di TV. Setidaknya film ini original, karangan Agnes Jessica, tidak seperti sinetron-sinetron contekan lainnya. Go… Go… Go… film Indonesia!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s