Taufik Savalas (9 Juni 1966 – 11 Juli 2007)

Sebelum ada Empat Mata dan EXTRAVAGANZA, ada 2 komedian yang selalu menjadi sumber inspirasi sekaligus komedian favorit saya: Komeng dan Taufik Savalas. Sayang kalau ternyata yang satunya harus pergi terlebih dahulu.

Gajah mati meninggalkan gading, macan mati meninggalkan taring, manusia mati meninggalkan nama…

Begitu ujarnya yang sempat dilontarkan dalam suatu dokumentasi wawancara Taufik Savalas disebuah infotainment. Tapi tak menyangka dia harus meninggalkan namanya begitu cepat. Tapi, memang benar, setelah peristiwa yang merenggut nyawanya itu, orang banyak yang merasa kehilangan dia. Bukan kerena lawakannya, tapi karena sifatnya yang dermawan dan selalu suka membagi. Sehingga bagi bangsa Indonesia, mungkin peristiwa meninggalnya Taufik Savalas lebih menggemparkan dibanding kepergian Bunda Theresa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s