Andai Aku Adalah Dia

Andai aku adalah dia,
aku akan menjadi raja
didalam kerajaan cinta yang kita bangun bersama,
karena cintamu yang suci memahkotaiku dengan kehormatan.
Singgasanaku adalah berada disampingmu,
disaat senangku ketika kau tertawa gembira bersamaku,
disaat susahku ketika kau pegang tanganku dan berkata
“… tetaplah kuat, aku akan berdoa untukmu … ”

Andai aku adalah dia,
aku akan menjadi pengeran rupawan
seperti yang banyak diceritakan
dalam banyak dongeng sebelum tidur.
Bukan karena perutku yang agak buncit,
Bajuku yang selalu kucel,
Atau karena rambutku yang jarang kusisir.
Tapi itu karena ada engkau disampingku.
Tanpamu, aku hanyalah pengeran kodok
yang merindukan ciuman dari seorang puteri.

Kau membuat aku bisa berjalan tegak
dengan dada membusung,
diantara banyak insan berdua yang sedang bercinta.
Semua pria akan melihatku dengan iri,
“betapa dia adalah wanita yang hebat,
betapa beruntungnya pria ini …”

Andai aku adalah dia,
tapi aku bukanlah dia.
aku hanya bisa memandang dia dengan iri.
Oh cinta, betapa aku iri pada pria yang kau pilih.

Iklan

Segenggam Garam Bagi Lautan – Brian Marshal – IOI 2007 Bronze Medal

Brian MarshallAda 2 hal yang hari ini membuat saya bahagia. Pertama, hasil test darah SGPT-ku yang menunjukan hasil yang baik; kedua adalah karena saya bertemu salah seorang “murid” saya dulu waktu di SMP, Brian Marshall yang baru pulang dari Kroasia untuk mewakili Indonesia di International Olympiad in Informatics 2007 (IOI). Bukan saja itu, tapi boleh pulang ke Indonesia dengan mempersembahkan mendali perunggu untuk Indonesia. πŸ™‚

Perunggu itu bukan emas … emang! tapi … meskipun demikian menjadi peringkat 116 (dari 282 peserta) dalam turnamen tingkat internasional, dan memperoleh perunggu. Buat saya sendiri itu adalah sesuatu yang mengagumkan. Huray….! Praise the Lord!

Me & IOI 2007 Bronze MedalWaktu SMP dulu, saya sempat mengajarkan dia “sedikit” dasar-dasar pemrograman, kalau dibanding dengan apa yang ia miliki sekarang, mungkin ilmu yang dulu saya berikan itu cuma segenggam garam bagi lautan. Tapi … πŸ™‚ saya cukup “bangga” karena oleh kemurahan Tuhan juga, saya menjadi tangan yang memberikan segenggam garam itu. πŸ™‚

Hal itu, memicu saya untuk terus berkarya dibidang yang saya tekuni saat ini, yaitu pendidikan. IOI 2009 … semoga saya masih bisa berkarya dengan mencetak insan baru yang bisa turut serta dalam ajang itu (and even better πŸ™‚ ). So help me God.

Wujud Cinta (part 1)

Jika cinta turun dalam wujud kecantikan,
mungkin aku akan mencintai Agnes Monica

Jika cinta turun dalam wujud suara yang merdu,
mungkin aku akan mencintai Siti Nurhaliza

Jika cinta turun dalam wujud kebaikan,
mungkin aku akan mencintai Bunda Teresa

Jika cinta turun dalam wujud kekayaan,
mungkin aku akan mencintai Paris Hilton

Jika cinta turun dalam wujud bibir seksi,
mungkin aku akan mencintai Angelina Jolie

Jika cinta turun dalam wujud sepasang kaki yang indah,
mungkin aku akan mencintai Cameron Diaz

Tapi, karena cinta turun dalam wujud anugerah,
maka aku mencintaimu.

HUT RI: Gw “ing-ni-jen”


Menjelang 17 Agustus, rasa-rasanya jadi rada melow. Selain karena peristiwa kemaren, suasana di tempat kerja yang tiba-tiba aja jadi banyak aksesoris kemerdekaan, jadinya … kebawa nasionalis deh. πŸ™‚

Mengingat puisi Malu (Aku) jadi Orang Indonesia oleh Taufiq Ismail, mengingatkan kembali … keberadaan saya sebagai seorang warga Indonesia.

Apa saya malu menjadi orang Indonesia?!? πŸ™‚
Yah …, kadang …
Angkot sliweran senenaknya dijalan,
Pejabat korupsi,
Polisi lalu lintas berlagak preman,
Siaran TV kebanyakan sinetron.

Tapi meskipun demikian gw cukup “bangga” jadi orang Indonesia. πŸ™‚
Masih ada hal-hal yang masih bisa “dibanggakan”

Negara ini negara hebat. Koes Plus bilang lautnya seperti kolam susu, tanahnya ditanam saja bisa tumbuh. Yah, walau memang sering punya mimpi untuk punya “kehidupan lebih baik” dinegara lain.

Tapi hidup di Indo juga asik kok!
Untuk beberapa hal, ada banyak hal yang mudah,
misal bikin SIM ngga perlu ujian juga bisa jadi. πŸ˜€
Klo ditilang, kadang suka ada polisi yang baik hati dengan menawarkan ‘sidang di tempat’. πŸ™‚
Makanannya … bervariasi, dari yang pedas, hambar, halal, haram, mentah, masak sampe yang busuk … juga ada!
Banyak software bajakan. Jadi bisa belajar komputer lebih leluasa. πŸ™‚

Pokoknya … asiklah! πŸ™‚

Walaupun saya dilahirkan dari 2 orang dari garis turunan ras Mongoloid, tapi saya orang Indonesia. Kebanyakan dari kami kurang nyaman dengan sebutan cina. Yah, karena memang kata itu agak identik dengan ejekan. Ibarat kata bule bagi orang barat. Biasanya kami lebih nyaman bisa disebut chinese atau “cung-quo-jen” (À¸­ÃΒ₯Ò€ºÂ½Ã€ÂºÂº).
Tapi, … sebenernya kami juga “ing-ni-jen”! πŸ™‚

Yah … harus fair dong! mau tinggal disini, tapi ngga mau jadi warga … khan aneh.
Jadi … klo mau tinggal di Indonesia, harus mau menyebut diri “Orang Indonesia” πŸ˜€

πŸ™‚

Jadi, walau mata gw sipit, kulit agak kuning langsat. Secara genetik, gw keturunan ras Mongoloid. Orang bilang gw rada mirip ama Leo Ku. πŸ™‚ Tapi, … gw orang Indonesia, gw “Ing-ni-jen” πŸ™‚

Jadi buat negeriku yang mau merayakan ulang tahunnya yang ke-62!
DIRGAHAYU! Semoga tahun depan bisa lebih baik lagi!

Cinta itu seperti …. “Jelangkung”

Mungkin terdengar agak sedikit ‘lucu’,
“Cinta itu seperti jelangkung“.
Datang tidak dijemput,
Pulang tidak diantar.

Ia datang tanpa dicari,
Tanpa disadari, selama ini ia ada disampingnya.
Tapi celakanya semua disadari
sesaat setelah ia pergi.

Ia berlari meraih tangannya, memohon kepadanya.
“Aku mencintaimu, maafkan selama ini kalau aku tidak
pernah memiliki cukup kata untuk menggungkapkannya,
sedikit perbuatan sehingga membuatmu ragu”

“Aku mencintaimu! Jangan pergi!
tetaplah disini, disampingku!”
Namun terlambat, sayap telah membawanya pergi,
Meninggalkan banyak penyesalan.

Alangkah bahagianya orang yang bisa
merasakan cinta ketika ia ada,
mencintai cinta disaat kesempatan itu ada.

Betapa malangnya pria ini.
Marah, menyesali kebodohannya sendiri.
Sepanjang hari menghukum dirinya dengan penyesalan.

“Mengapa…
Mengapa…
Mengapa…

Migrating from BERYL to COMPIZ FUSION

Quite satisfied with Feisty Fawn + Beryl. But, unfortunately Beryl project is no more, because now Beryl and Compiz are merging, becoming COMPIZ FISION.

I look some information on the internet, I found there’s quite many people give positives comment about Compiz Fusion, so I decided to give it a try.

On first attempt, the installation using Synaptic Package Manager were failed. Then, I try to uninstall it, and install it again. (I don’t know why but) It works! πŸ™‚ Then I try to start Compiz using compiz –replace command. But nothing happen. I search on internet, but I can’t find any solution. Well It’s a new project, may be it wasn’t perfect yet. So, I just give up for a while. (Beside, I still have a deadline to catch up on my work).

Few days later, Update Manager notifies me that there’s a new update on emerand module. Then I update those modules, I restart my UBUNTU then … voi la! compiz –replace really does works!

Compiz Fusion really does AMAZING! It has smoother animation that Beryl.

The only problem I that black window problem (sometime the window became blank/black). But I manage to fix it by using compiz –replace –indirect-rendering while starting Compiz.