Aku Cinta “Gutsy Gibbon”, Tapi …

Hah … aku cinta Gutsy Gibbon. Baru kali ini rasanya gw bener-bener ngerasa enjoy dengan linux.

Tapi untuk migrasi … rasanya blon siap. Ada beberapa kendala, mengapa saya belum beralih ke LINUX

Aplikasi

Sementara ini saya masih banyak bekerja menggunakan Adobe Dreamweaver & Adobe Photoshop. Harus saya akui, keduanya adalah program yang sangat hebat, banyak membantu dan menghemat banyak waktu saya dalam web development. Kalau dibanding Bluefish & gIMP mah … duh, masih belum ada apa-apanya. 😦 Tapi, yah … gratisan … harus cukup bersyukur ini juga

Hardware Compability

Sampai sekarang saja … konek ke HP via bluetooth, masih banyak kendala. Mungkin ini memang karena saya yang kurang familiar dengan Bluetooth di-LINUX. Untuk hal lain juga … lumayan merepotkan. Misal: perkara printer yang drivernya untung-untungan, VGA yang masih suka ngaco-ngaco kalau dipake dual-monitor, power management yang belum begitu mantap (Sleep & Wake selalu ngaco), modem yang drivernya juga agak untung-untungan juga dan banyak hal lainnya.

Office Suite

Saya banyak mengandalkan Microsoft Office dipekerjaan saya. OpenOffice, bagus, tapi … menurut saya ada banyak fasilitas di OpenOffice yang masih begitu belum memadai. OpenOffice Presentation yang masih suka ngaco, kesulitan mengatur pencetakan menggunakan OpenOffice Calc, OpenOffice Database yang masih kerasa prematur dibading MS Access, Shape di OpenOffice Writer yang masih sangat tidak enak untuk digunakan, dan banyak hal lainnya. Yah, … memang, gratisan. Harus bersyukur segitu juga. Keduanya tidak pantas diperbandingkan. Tapi, gimana ya … ngerasa belum rela melepaskan kenyamanan yang ditawarkan MS Office.

Develompent Tools

Untuk development tools, sementara ini saya masih banyak menggunakan DELPHI. Tapi … kelak kalau sudah bisa JAVA, mungkin tidak masalah 😉

Iklan

Hari Guru – 25 November

Wah … bener tidak ada banyak yang tau soal Hari Guru di Indonesia. *hiks*

Cukup bangga dong, sebagai seorang yang berprofesi sebagai guru, dan diperingati secara nasional. 🙂 Ada acara kecil yang diadakan ditempat saya mengajar yang diadakan oleh siswa siswi SMAK 1 BPK PENABUR Bandung. Sederhana, mungkin agak bersifat formalitas, tapi … saya cukup senang. 🙂

Dinyanyiin lagu “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”, kalau sudah jadi guru, dinyanyiin lagi itu kadang suka terenyuh sendiri. Yah, … Jadi seorang guru memang bukanlah hal yang mudah. Tapi, meskipun demikian, saya mencintai pekerjaan saya. Ada talenta yang Tuhan berikan kepada saya, yang tidak banyak orang bisa melakukan apa yang bisa saya lakukan. Saya bersyukur bisa menjadi guru (walau honor sering kali pas-pasan 😀 ).

Billy Gilman – Woman In My Life

The woman in my life wakes me up in the morning with a gentle touch. She kisses me and whispers “darling This day was made for us”

Lagunya cukup nyaman didengar. Dengan irama slow – country, pertama kali mendengar lagu ini, bait-bait awal cukup membuat membuat saya terhanyut, terbayang sosok “Woman In My Life” (my verse). Saya tidak terlalu memperhatikan bagian tengah lagu ini. Saya baru ngeuh itu pada bagian diakhir lagu ini.

Now I understand just why my dad Is crazy ’bout the woman in my life

Ternyata lagu ini bercerita tentang seorang ibu. Billy Gilman menceritakan seorang sosok ibu dengan cara yang sangat romantis.

Cool! I really wish someday my kids sing this song for their mother. 😀

Tipe cewe gue …

Kerjaan numpuk … mumet, kerja sendiri, dan deadline semakin dekat. Ga tau … bisa beres ga ya?!? 😦 (andai saja ada yang bisa bantuin…)

Lagi berangan-angan …, pengen deh rasanya punya cewe yang bisa komputer. 😀 Sama-sama punya antusiasme dan kecintaan yang sama dibidang IT. Sama-sama programmer DELPHI/.NET + PHP, dan punya paradigma yang sama dalam hal pemrograman.

Feminin, aktif, sporty. Mungkin agak sedikit tomboy, tapi tetap girly. Kalau meringis manja, bikin hati gereget. Agak manja, tapi tidak kolokan dan (since I don’t have a car) tidak keberatan dianter kemana-mana naek motor. Tekun, tidak mudah putus asa. A bit sassy but also wise. Smart, modest, open minded and have a good sense on humor.

Punya selera musik yang kurang lebih sama, pop melow tapi juga agak jazzy. Jadinya, klo nanti misal gw nyanyi buat dia lagu romantis buat dia, gw ga disebut gombal. 😀 Tapi bisa juga menikmati lagu-lagunya Linkin Park. Bisa maen musik, piano, keyboard, atau gitar.

Punya selera film yang sama. Sama-sama bilang: “The Matrix is a MASTERPIECE…” dan “Kill Bill is SUCK”, Titanic itu biasa-biasa aja. Suka nonton Heroes, tidak menganggap StarTrek itu aneh, bisa enjoy nonton CSI. Like romantic drama & comedy but also enjoy science fiction.

Satu iman, satu pengajaran. Melayani digerejanya. Disukai oleh teman-temannya, hidupnya menjadi berkat buat banyak orang. Baik dalam perkataan, maupun perbuatan. Datang dari keluarga baik-baik, keluarga yang takut akan Tuhan, sehingga kalau main kerumahnya akan selalu merasa welcomed.

Tentunya juga harus cantik! Kayak Song Hye Kyo (lagi kesengsem neh sama ce yang satu ini), Kristin Kreuk, atau Siti Nurhaliza. Tapi … juga cukup ngegemesin juga kayak Erika Sawajiri. 🙂 Postur tubuh pas, jangan terlalu gede. 😀 Supaya kalau aku bisa melingkarkan tanganku merangkul tubuhnya, dan dadaku cukup bidang untuk menjadi sandaran tubuhnya.

Dan yang terpenting, dia harus cinta mati ama gw. 😀 He..he.. It’s a bit selfish, but … ini penting dong!

Kalau ada orang tanya, “Tay, tipe cewe lu kayak gimana sih?”. Nah … kurang lebih seperti itulah tipe cewe gw. 🙂 Mirip kayak dilagu Short Skirt / Long Jacket-nya Cake. Adakah wanita seperti itu diluar sana? O, God! please, let me meet one.

Tapi …
Gw juga sadar, Tuhan itu adil. Mungkin Dia tidak akan membiarkan pria sebrengsek aku ini menyanding wanita sehebat itu. Jadinya, tidak terlalu ambisi, nyaris ga mungkin.

Pada kenyataannya, beberapa kali falling in love justru bukan kepada wanita dengan berbagai kriteria diatas, tapi pada wanita yang sama sekali ga nyantol kriteria-kriteria diatas. Tapi, kalau udah klik … segala tentang dia justru jadi istimewa (setuju? 🙂 ).

Jadi apa bener Love is blind?!? yang jelek jadi keliatan bagus?!? … ga juga.

Cinta tidak membuat mata kita menjadi buta dari kekurangan pasangan kita, tapi ia membuka mata hati kita untuk melihat segala kebaikan dari diri pasangan kita, dan membuat kita menerima segala kekurangannya.

Jadi, ga perlu kuatir seperti apa pasangan kita nanti. Kalau she’s the one, akan ada kemampuan untuk hati dan pikiranmu sehingga bisa menerima segala hal tentang (kelebihan dan kekurangan) pasangan kamu. Amin!

Perfect Couple?!?
Akhirnya, yang saya sadar adalah:

Pasangan sempurna tidak terdiri dari dua orang yang sempurna. Tapi dari dua orang biasa yang bisa saling melengkapi antara satu sama lain. Dan dalam ketidaksempurnaan, mereka senantiasa memberi tempat yang untuk tangan Tuhan mengerjakan kehidupan mereka, dibentuk sehingga hari tambah hari menjadi makin berkenan dimataNya.

How do I know what she’s the one?
Wah … kalau jawab itu, terlalu kompleks. Terlalu banyak orang mengulas tentang itu. Klo dijelasin, bakal panjang pisan (maybe next time). But for now, I’ll make it short. Here is my verse:

The one for me is someone who can make be a better person (in every way), and so do I for her.

Yup, she’s the one jika ia adalah seseorang yang bila saya dengannya, saya menjadi seseorang yang lebih baik (dalam segala hal positif). Hanya dengan berada didekatnya, saya akan terasa nyaman. Begitu juga saya baginya.

So, Is my standard to high?!? 🙂 not really. All I want is a simple girl. It doesn’t matter what ever she beautiful, smart, or … whatever (it doesn’t really matter that much); just a person that makes my life whole (and so do I for her).

Jadi … 🙂 ada yang mau daftar? 😀 silahkan tulis nama dan email pada kolom komentar! 😀

Gutsy Gibbon on my Compaq Presario V3000

Migrasi, Feisty Fawn ke Gutsy Gibbon. Tadinya mau coba upgrade, tapi … koneksi internet kurang memungkinkan. Jadinya … download Gusty Gibbon alternate CD AMD64, install ulang. Hasilnya … voila! It works! No sweat!

Langsung tok cer. VGA lancar, splash screen ga burem lagi, COMPIZ udah langsung terinstall. Cuma, hal yang membuat saya agak kecewa adalah driver wireless yang tetap saja tidak bisa berjalan dengan baik. Sejak dari Edgy Eft, Feisty Fawn sampai sekarang Gutsy Gibbon, wireless masih harus secara manual di-set menggunakan ndiswrapper.

Meskipun demikian, Gutsy Gibbon keren! baru kali ini saya merasa puas dengan UBUNTU. I think everybody should try it. Kalau Anda pengguna baru LINUX, saya sangat menyarankan UBUNTU Gutsy Gibbon. Tapi, ingat … you must own a fine internet connection. Kalau tidak, mungkin agak “kesulitan”, atau kalau tetep mau coba, miliki 5 DVD repository.