Taufiq Ismail: Jam Kota

Pada hari ulangtahunku, kukitari kota kelahiranku
Setelah sebelas tahun tak menatap wajahmu
Pohon-pohon akasia pada tujuh bukit yang biru
Sekolah lama, gang-gang dipasar, batang-batang kenari
Dijauhan jam kota menjuang tinggi

Kotaku yang nanar sehabis perang
Wajah muram dan tubuh luka garang
Detak tapal kuda satu-satu
Wahai, pandanglah mukaku!

Bioskop tua. Dindingnya pun retak-retak
Tempatku dulu takjub mengimpikan dunia luar
Jalan kecil sepanjang rel kereta api. Raung.
Beruang es dikebun binatang
Pedati kerbau merambati kota pegunungan
Memutar roda kehidupan yang sarat

didepan rumah sakit aku berhenti sebentar
Memandang dari luar dindingnya yang putih
Rahim ibuku, disuatu kamarnya, melepas daku
Kedunia. Dan jam kota
Berdetak pagi hari

Gang-gang dipasar yang bersih, ibu-ibu pedagang berselendang
Bernaung ratusan payung-payung peneduh. Tukang kerupuk
Tukang ikan, pejual pecah belah
Anak-anak yang berkejaran distasiun bus
Wahai, mengapa kalian menundukkan muka?
Kotaku yang nanak sehabis perang
Wajah muram dan tubuh luka garang
Detak tapal kuda satu-satu
Wahai, pandanglah mukaku!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s