Mata Ketiga

Sudah berapa lama kita tidak bertemu?!? Setahun … dua tahun … tiga tahun … ah ….! Ya! 3 tahun. Waktu itu, aku ingat kau masih mengenakan seragam putih abu. Didepan lab, waktu jam istirahat. Pertemuan singkat, perkenalan singkat, percapakan singkat. Mungkin kau tidak tahu, betapa hal itu begitu berarti buatku. Tapi, apakah kau masih mengingat aku? Ah… jangan-jangan, namaku pun kau tak ingat.

Tadi, sesekali kita beradu pandang. Aku masih sama seperti dulu. Selalu grogi. Jadi, maafkanlah kalau tadi aku “pura-pura tidak kenal”. Aku malu! takut kalau kalau-kalau kau memang sudah benar-benar melupakanku. Lagi pula, tidak enak rasanya kepada teman priamu.

Padahal … malam tadi, kau berdandan begitu cantik. Ingin memandangimu, tapi rasanya itu tidak sopan. Andai saja … aku punya mata ke-3, sehingga aku bisa terus memandangimu. Bukan karena nafsu. Tapi, … aku benar-benar merindukanmu.

Ah, semoga saja … suatu kali kelak. Aku akan bisa memandangimu tanpa harus sembunyi-sembunyi. Karena saat itu, kau mengenaliku dengan namaku.

Taufiq Ismail: Kemis Pagi

Hari ini kita tangkap tangan-tangan Kebatilan
Yang selama ini mengenakan seragam kebesaran
Dan menaiki kereta-kereta kencana
Dan menggunakan materai kerajaan
Dengan suara lantang memperatas-namakan
Kawula dukana yang berpuluh-juta

Hari ini kita serahkan mereka
Untuk digantung ditiang Keadilan
Penyebar bisa fitna dan dusta durjana
Bertahun-tahun lamanya.

Mereka yang merencanakan seratus mahligai raksasa
Membeli benda-benda tanpa-harga dimanca-negara
Dan memperoleh uang emas beratus juta
Bagi diri sendiri, dibank-bank luar negeri
Merekalah penganjur zina secara terbuka
Dan menistakan kehormatan wanita, kaum dari ibu kita

Hari ini kita tangkap tangan-tangan Kebatilan
Kebanyakan anak-anak muda berumur belasan
Yang berangkat dari rumah, pagi tanpa sarapan
Telah kita naiki gedung-gedung itu
Mereka semua pucat, tiada lagi berdaya
Seorang ketika digiring, tersedu
Membuka dirisendiri tanda kebesaran dipundaknya
Dan berjalan perlahan dengan lemahnya

dari: Benteng

Bubur Sop Ayam

Bubur Sop AyamBubur Sop Ayam, dasarnya ini adalah bubur ayam, tapi pake kuah soto. Tapi mungkin tambahannya, … ada sedikit aroma tauco-nya.

Sejauh yang saya temui, makanan ini cuma ditemui di Cirebon. Mungkin ini memang salah satu makanan khasnya Cirebon.

Harga: +/- Rp. 5.000,-
Rating: 3 dari 5

Afgan – Terima Kasih Cinta

Lagu Terima Kasih Cinta, oleh Afgan. Bercerita tentang orang yang mendapat kesempatan kedua untuk bisa kembali bersama seseorang yang dia cintai.

Tersadar didalam sepiku
Setelah jauh melangkah
Cahaya kasihmu menuntunku
Kembali dalam dekap tanganmu
Terima kasih cinta untuk segalanya
Kau berikan lagi kesempatan itu
Tak akan terulang lagi
Semua kesalahanku yang pernah menyakitimu

Tanpamu tiada berarti
Tak mampu lagi berdiri
Cahaya kasihmu menuntunku
Kembali dalam dekap tanganmu

Terima kasih cinta untuk segalanya
Kau berikan lagi kesempatan itu
Tak akan terulang lagi
Semua kesalahanku yang pernah menyakitimu

Terima kasih cinta untuk segalanya
Kau berikan lagi kesempatan itu
Tak akan terulang lagi
Semua kesalahanku
Kesalahanku yang pernah menyakitimu

I wish … I could sing this song … (truly)