The Dark Knight

Tiket: The Dark Knight

You either die a hero or you live long enough to see yourself become the villain

Harvey Dent

In Batman Begins, we see how Bruce Wayne become Batman. In Dark Knight we see how a man become a villain.

Sebelumnya, saya sama sekali tidak tahu banyak soal resensi filmnya. Yang saya tahu hanyalah: It’s a Batman movie!

Menyaksikan setiap scene dengan penuh kejutan, tidak tahu apa yang akan terjadi berikutnya. Unexpectably … this movie is great. Rating 4 of 5.

Waktu lebih dari 2 jam, alur cerita sangat variatif, tidak membosankan. Tapi jikalau Anda membayangkan full non-stop action, mungkin Anda akan kecewa, karena cukup banyak juga dialog, dan alurnya cukup berat.

Heath Ledger as The JokerMemang banyak kehebohan tentang akting Heath Ledger dengan perannya sebagai Joker. Dan memang … selesai nonton film ini, saya lebih mengingat Joker dibanding Batman. Benar-benar luar biasa! tak salah disebut sebagai Batman’s arcenemy. Just being a psycopath, without a superpower, enought to bring chaos Gotham City.

Paham Post Modernisme … dimana kadang antagonis bisa lebih keren dibanding protagonis, kejahatan menjadi sesuatu yang relatif. Batman itu rasanya sudah menjadi biasa, sehingga melihat Joker dengan karakternya yang begitu eksentrik dan misterius justru lebih banyak menarik perhatian orang. Atau bahkan mungkin saat ini joker memiliki lebih banyak fans dibanding Batman-nya sendiri.

Atau sebut saja karakter lain seperti Hannibal Lecter, Jason Voorhees, Gabriel ‘Sylar’, atau David Rice (JUMPER). Jadi, rasanya tak heran kini banyak orang berfikir, it’s fine to be a bad guy.

Taufiq Ismail: Doa

Salah satu puisi dari Taufiq Ismail, tertanggal tahun 1966.

Tuhan kami
Telah nista kami dalam dosa bersama
Bertahun membangun kultus ini
Dalam pikiran yang ganda
Dan menutupi hati nurani

Ampunilah kami
Ampunilah
Amin

Tuhan kami
Telah terlalu mudah kami
Menggunakan asmaMu
Bertahun di negeri ini
Semoga
Kau rela menerima kembali
Kami dalam barisanMu

Ampunilah kami
Ampunilah
Amin.

Setelah Sebulan Menggunakan Telkomsel Flash

Tampaknya saya harus meralat pernyataan puas saya yang sebelumnya.

Saya berharap menggunakan Telkomsel Flash ini bisa menggantikan Telkom Speedy. Kebutuhan saya memang tidak banyak download, tapi dengan Telkomsel Flash saya berharap bisa lebih mobile. Lagipula, harganya lebih murah.

Tapi, duh! lambatnya … minta ampun. Sering putus.
Saya berdomisili di Bandung. Pada hari-hari pertama memang sangat memuaskan. Tapi, minggu-minggu kemudian, koneksinya semakin kacau.
Saya sendiri sering melakukan perjalanan ke Jakarta, Cirebon, dan Sumedang.
Daerah Jakarta, saya kira cukup baik. Di Sumedang, agak mengecewakan. Di Cirebon, malah sering ga bisa konek.

Entah kebetulan, entah memang seperti ini keadaannya. Tapi, jikalau memang begini keadaannya. Tampaknya bulan depan saya mau stop Telkomsel Flash saya.

Nasi Hainan Kwong Moy

Nasi Hainan Kwong MoyNasi Hainan Kwong Moy, paket standar. Samcan, kuping, pindang telor, filet ayam, kuping, tambah semangkok sayur asin kuah. Memang potongan daging panggangnya cukup kering dan gurih dimulut, tapi selain itu rasanya tidak jauh berbeda standar paket nasi campur chinese.

Tempat cukup nyaman, dan harganya pun, rasanya cukup standar untuk nasi campur sekelas restoran.

Lokasi: Jl. Jendral Sudirman, Bandung (depan gedung BCA)
Harga: Rp. 23.000
Rating: 3.5 dari 5