Mie Baso – Carmel

Mie Baso CarmelKalau Anda berkunjung ke bukit Carmel, Lembang. Rasanya ada baiknya Anda mencoba juga beberapa jajanan yang ada komplek Carmel. Saran saya, mie baso.

Penjualnya digerobak mie baso sederhana, tapi kalau soal rasa, ga kalah deh! Teman saya selalu pakai istilah mie baso kampung, yaitu mie, baso, caisim, tauge … ya gitu deh. Tapi yang bikin heboh itu, baso nya. Dua baso tenis, plus beberapa baso kecil. Baso urat dan baso daging. Pokoknya, isinya … full! Padet! Setiap gigitan, kerasa! Enak lah!

Soal selera memang relatif tapi untuk mie baso ini, de bes lah!

Lokasi: Komplek Bukit Carmel, Lembang
Harga: Rp. 10.000
Rating: 5 dari 5.

Mie Baso Akung

Mie Baso AkungMie Baso Akung, lokasi Jalan Lodaya. Siang hari saat jam makan siang, mungkin Anda cukup beruntung jika kebagian meja kosong, soalnya … tempat ini cukup ramai, tapi tidak usah kuatir, pelayanannya relatif tidak terlalu lama.

Porsi mie nya cukup banyak, puaslah! Kuahnya enak, rasanya pas. Tapi yang istimewa adalah basonya. Gurih sapinya itu … terasa! Setiap butirannya, padat, kenyal tapi juga empuk. Baso tenis-nya… juga enaklah! Terasa bener basonya.

Lokasi: Jl. Lodaya
Harga: Rp. 16.500
Rating: 4 dari 5

Raport Yesus

Berita dari Nazaret: Telah ditemukan berkas yang diduga raport Yesus waktu sekolah. Tertulis, Agama C: karena ditanya siapa yang menciptakan dunia, Ia jawab “Bapaku!”. Olahraga D: karena disuruh berenang malah jalan diatas air. Matematika E: karena menjumlahkan 2 ikan + 5 roti = 12 bakul. Hanya kimia dapat A: karena dapat membuat formula mengubah air menjadi anggur.

sent by Lauvina Maria

Cave Vert Theme: New Look on pujangga.net

pujangga.net v2Tak terasa, sudah lebih dari 3 tahun rasanya sejak My First Post (Wendra’s Wedding). Selama itu juga menggunakan Theme Connection. Saya menyukai warna hijau, it’s nature’s color. Selama 3 tahun ini, wordpress-nya sendiri mengalami banyak perubahan, sehingga theme lama rasanya sudah kurang pas dengan beberapa fitur-fitur baru dari wordpress, contoh untuk fasilitas widget wordpress.

Sekalian upgrade, kenapa tidak coba yang lain. Something more … nature. Dan, dapet deh! Cafe Vert. Less green, but simpler. 🙂 I think, for now I’ll go with this. Gimana? Bagus? 🙂

Tukang Kerupuk vs. Tukang Parkir

Walau termasuk jalan raya utama, tapi lewat magrib biasanya suasana jalan didepan rumahku ini sudah mulai sepi. Tapi, berhubung ini hari lebaran suasana lebih ramai dari biasanya. Hal ini membuat cukup banyak orang mengambil kesempatan dari keadaan ini untuk bisa memperoleh uang tambahan.

Tukang KrupukBapak ini, … ia berjualan kerupuk. Masih ingat kerupuk kecil-kecil yang dibungkus kertas berwarna? Ya, disini (Sumedang) kita masih bisa membelinya dengan harga Rp. 1.000/3 pcs. Relatif sangat murah. Kalau dihitung-hitung, berapa sih keuntungan yang ia bisa peroleh dengan berjualan kerupuk seperti itu? (saya rasa ga banyak)

Kasian juga pak tua ini. Mungkin sejak pagi sudah mulai keluar untuk menjajakan dagangannya. Seharian jalan, tapi tak banyak yang membeli. Saya lihat dagangannya masih banyak. Yah, anak sekarang! siapa sih yang mau beli jajanan kayak gini? Jaranglah!

Tukang ParkirDisamping, ada tukang parkir dadakan. Cuma nangkring kayak gini, tiup-tiup priwit, formalitas cuma keliatan kerja. Cuma gitu doang, dapet Rp. 500 – Rp. 1.000. Dan saya jamin, penghasilan tukang parkir ini jauh lebih besar daripada pak tua penjual kerupuk tadi.

Ironis! Kerja keras, kerja baek-baek … hasilnya dikit. Kayak orang korupsi trilyunan, misal dipenjara 20 tahun. Setelah sita, sebut ada sisa 100 milyar. Nah, setelah keluar dari penjara, nikmatinlah itu uang. Nah, kita yang kerja “jujur” selama 20 tahun, blon tentu dapet segitu. 😦 Jadi … ironi memang. Tapi … 🙂 mungkin penghiburan bagi kita adalah … walau harta yang kita dapat tidak banyak, tapi semuanya dapat dipertanggungjawabkan dihadapanNya.

Hah … tapi, tetep aja. Kasian juga pak tua itu, jualan kerupuk. 😦 Saya beli Rp. 2.000 🙂 … segitu aja sampe sekarang blon abis.

Sandwich Tahu – Cara Asik Menikmati Tahu Sumedang

Tahu Sumedang emang paling makanan paling enak sedunia… 😀

Begitulah kira-kira tagline-nya. 😀 Selama 18 tahun lebih dibesarkan di Sumedang, ga pernah bosen makan tahu. 🙂 emang enak sih.

Ada banyak cara menikmati tahu, dan salah satunya sandwich tahu. 🙂 Yang ini adalah kreasi sendiri. Sederhana, mudah dan pas buat ganjel perut.

Cukup selembar roti tawar (tanpa kulit lebih enak), kemudian 2-3 potong tahu. Kemudian lipat, setengah roti. Lebih enak jika tahu masih hangat.

Sandwich Tahu Sandwich Tahu

Jadi rasanya seperti roti isi, tapi ada gurih-gurih tahunya, bercampur aroma rotinya. Dilidah terasa tekstur lembut tahu bercampur crisp renyah dari kulitnya yang garing. 😀 heh… enak!

Bila Anda suka, Anda bisa menambahkan sedikit sambal. Tapi, tanpa tambahan sambal pun cukup enak, rasanya lebih original.

Selamat mencoba! 😉