Entaisme #22

Kebahagiaan yang dinikmati seorang diri takkan pernah sempurna

Iklan

@ Bookstore

Pertemuan dengan seorang kawan lama di sebuah toko buku

Kawan Lama: Hai! En Tay! 🙂
En Tay: Ay … 🙂 lagi nyari buku bu?
Kawan Lama: Iyah … masih ngajar?
En Tay: Masih bu …
Kawan Lama: Wah … seneng yah! … mukanya segeran sekarang mah.
En Tay: Ah … suasana natal bu!
Kawan Lama: Wah! 🙂

Hari Pahlawan: Pidato Bung Tomo

Bung Tomo

Bismillahirrahmanirrahim…
Merdeka!!!

Saudara-saudara rakyat jelata di seluruh Indonesia,
terutama, saudara-saudara penduduk kota Surabaya
Kita semuanya telah mengetahui bahwa hari ini tentara Inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua.
Kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka tentukan, menyerahkan senjata-senjata yang kita rebut dari tentara jepang.

Mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan.
Mereka telah minta supaya kita semua datang kepada mereka itu dengan membawa bendera putih tanda menyerah kepada mereka.

Saudara-saudara,
didalam pertempuran-pertempuran yang lampau, kita sekalian telah menunjukkan bahwa
rakyat Indonesia di Surabaya
pemuda-pemuda yang berasal dari Maluku,
pemuda-pemuda yang berasal dari Sulawesi,
pemuda-pemuda yang berasal dari Pulau Bali,
pemuda-pemuda yang berasal dari Kalimantan,
pemuda-pemuda dari seluruh Sumatera,
pemuda Aceh, pemuda Tapanuli & seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini,

didalam pasukan-pasukan mereka masing-masing dengan pasukan-pasukan rakyat yang dibentuk di kampung-kampung,
telah menunjukkan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol,
telah menunjukkan satu kekuatan sehingga mereka itu terjepit di mana-mana

Hanya karena taktik yang licik daripada mereka itu, saudara-saudara
Dengan mendatangkan presiden & pemimpin-pemimpin lainnya ke Surabaya ini, maka kita tunduk untuk menghentikan pertempuran.
Tetapi pada masa itu mereka telah memperkuat diri, dan setelah kuat sekarang inilah keadaannya.

Saudara-saudara, kita semuanya, kita bangsa Indonesia yang ada di Surabaya ini akan menerima tantangan tentara Inggris ini.
Dan kalau pimpinan tentara Inggris yang ada di Surabaya ingin mendengarkan jawaban rakyat Indonesia,
ingin mendengarkan jawaban seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini
Dengarkanlah ini hai tentara Inggris,
ini jawaban rakyat Surabaya
ini jawaban pemuda Indonesia kepada kau sekalian

Hai tentara Inggris!,
kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih takluk kepadamu,
menyuruh kita mengangkat tangan datang kepadamu,
kau menyuruh kita membawa senjata-senjata yang kita rampas dari jepang untuk diserahkan kepadamu

Tuntutan itu walaupun kita tahu bahwa kau sekalian akan mengancam kita untuk menggempur kita dengan seluruh kekuatan yang ada,
Tetapi inilah jawaban kita:
Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih menjadi merah & putih,
maka selama itu tidak akan kita mau menyerah kepada siapapun juga!

Saudara-saudara rakyat Surabaya,
siaplah keadaan genting
tetapi saja peringatkan sekali lagi, jangan mulai menembak,
baru kalau kita ditembak, maka kita akan ganti menyerang mereka itu.

Kita tunjukkan bahwa kita adalah benar-benar orang yang ingin merdeka.
Dan untuk kita, saudara-saudara, lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka.
Semboyan kita tetap: MERDEKA atau MATI.

Dan kita yakin, saudara-saudara,
pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita
sebab Allah selalu berada di pihak yang benar
percayalah saudara-saudara,
Tuhan akan melindungi kita sekalian

Allahu Akbar..! Allahu Akbar..! Allahu Akbar…!
MERDEKA!!!

pidato Bung Tomo pada Peristiwa 10 November 1945

Perjaka Terakhir

perjaka terakhir20 menit pertama nonton Perjaka Terakhir serasa nonton film warkop. Jadi, jika film ini muncul 20 tahun yang lalu, mungkin saya akan mendapati film ini sangat lucu. Tapi buat saya sekarang, saya merasa film ini terlalu lebai. Rating 1.5 dari 5.

Ceritanya terlalu dibuat-buat, banyak unsur komedinya yang terlalu dipaksakan, membosankan, dan mudah ditebak. Agak nyesel juga nonton film ini.

Aksi laga yang pada film ini pun, terlalu garing. Kayak film action buat anak SD. Tapi untuk ditonton anak SD pun film ini terlalu vulgar. Hal itu menjadikan film ini serba nanggung. Ga rame ah!

Di internet heboh-hebohnya karena Fahrani tampil topless, tapi … ah ga ada apa-apanya. Cuma keliatan tato dipunggung doang, itu pun cuma sekelibet, kurang dari 1 detik. Yah, biasa! tehnik marketing, bikin heboh.

Gw suka nonton film Indonesia. Tapi untuk yang satu ini, gw ngga rekomen.