Merry Christmas 2009

Nativity 2009

I never believe in santaclaus
But, I do believe that Jesus is Christ.
And, with Christmas we know that HIS LOVE is SO REAL
MERRY CHRISTMAS

Iklan

Sang Pemimpi

Sang Pemimpi

Rame ngga filmnya?

Kata rame memiliki konotasi meriah. Demikian kata rame lebih cocok digunakan untuk film aksi atau komedi. Jadi, kalau ada pertanyaan: apakah Sang Pemimpi film rame? Rasanya tidak telalu. Tapi, saya akan bilang: film ini BAGUS.

Saya sendiri bukan penggemar Andrea Hirata, bahkan prekuel nya, Laskar Pelangi-nya pun saya belum tonton. Tapi, melihat detail setting dan cerita dari film ini, saya akan bilang ini film bagus.

Perjuangan dua orang pemuda yang berasal dari latar belakang keluarga yang kurang mampu. Namun, memiliki tekad yang kuat dalam mengejar mimpi-mimpinya. Dari desa Gantung, Belitung Timur, sampai ke Jakarta, sampai ke Perancis. Jika memang cerita ini diadaptasi dari kisah nyata, maka seharusnya banyak orang malu, karena terlalu mudahnya orang berputus asa.

Sangat inspiratif, cocok ditonton bersama keluarga. Jika Anda memang bisa menikmati film-film drama keluarga, saya rasa Anda akan sependapat dengan saya. Tapi, kalau Anda kurang menikmati film semacam itu … mungkin Anda akan mendapati 2 jam yang membosankan. Rating 3.5 dari 5.

Soe Hok Gie: Puisi “Terakhir”

Hiking among the clouds, taken from http://www.brokendream.net

Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekah.
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza.
Tapi, aku ingin habiskan waktuku di sisimu, sayangku.
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah Mendalawangi.

Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di Danang.
Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra.
Tapi aku ingin mati di sisimu, manisku.
Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya.
Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu.

Mari sini, sayangku.
Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku.
Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung.
Kita tak pernah menanamkan apa-apa,
kita takkan pernah kehilangan apa-apa.

(CSD, Selasa, 11 November 1969)

Continue reading “Soe Hok Gie: Puisi “Terakhir””