High School Musical 2

High School Musical 2

Nonton film ini banyak mengingatkan melankolisme saya dimasa SMA. Bahkan jika saya menyaksikan film ini sewaktu SMP, mungkin saya akan memuja film ini. But, as for me now, High School Musical 2 makes me bored. Alur cerita yang mudah ditebak, kebanyakan nyanyi. Serasa nonton Hollywood version of Bollywood.

Tapi, untunglah para pemainnya, cowo-cewenya, enak diliat. 🙂 jadinya … yah, ngga terlalu bosen lah 🙂 Tambah lagi kalau dibandingkan dengan bollywood, koregrafi tarinya lebih modern (tidak ada lari-lari ditaman bunga atau muter-muterin tiang). Sehingga saya ini lebih enjoyable dibanding tarian bollywood. Rating 3 dari 5

Iklan

The Road

Th Road

The Road, mengisahkan dunia yang telah mengalami kehancuran oleh suatu bencana yang entah apa. Tak ada tumbuhan, tak ada binatang, tak ada lagi makanan, semua musnah. Sehingga, manusia yang selamat bertahan dari sisa-sisa peradaban yang ada. Namun, sebagian orang bahkan memburu sesamanya untuk dimakan.

The RoadSeorang ayah (tanpa nama, diperankan Viggo Mortensen) dan anaknya, berkelana didunia yang hancur tersebut, mencari segala yang masih bisa dimakan. Tidak hanya itu, mereka harus menghindar dari sekelompok orang-orang kanibal, yang selalu menangkap orang-orang untuk dimakan. Setidaknya, itu juga yang saya baca dari sinopsisnya. Mengharapkan menemui banyak aksi lagi, tapi yang ada … film ini bener-bener total film drama.

Walau bertemakan science-fiction, tapi saya sendiri lebih mengkategorikan film ini sebagai film drama. Alur ceritanya cenderung datar, sedikit sekali ada ketegangan. Jika Anda menyukai film seperti The Hurt Locker, mungkin Anda akan menyukai film ini. Tapi, bila tidak, mungkin Anda akan bilang: “Ini film terjelek yang pernah saya tonton.” (kutipan dari seorang ibu yang keluar dari ruang theater seusai menyaksikan The Road).

Mengenai cerita, sebenarnya The Road menawarkan ide cerita yang cukup menarik, tapi mungkin agak sulit untuk dinikmati orang awam. Film ini mungkin masuk kategori Academy Award, tapi sama sekali ngga masuk film kategori pilihan gw. Rating 1.5 dari 5

Shania Twain – From This Moment On

From this moment life has begun
From this moment you are the one
Right beside you
is where I belong
From this moment on
From this moment I have been blessed
I live only for your happiness
And for your love
I’d give my last breath
From this moment on
I’d give my hand to you with all my heart
Can’t wait to live my life with you, can’t wait to start
You and I will never be apart
My dreams came true because of you
From this moment
as long as I live
I will love you, I promise you this
There is nothing I wouldn’t give
From this moment on
OH
You’re the reason I believe in love
And you’re the answer to my prayers from up above
All we need is just the two of us
My dreams came true because of you
From this moment as long as I live
I will love you, I promise you this
There is nothing I wouldn’t give
From this moment
I will love you
I will love you
As long as I live
From this moment on

Sweet!
Kebayang … pas wedding ceremony … sang mempelai perempuannya nyanyiin ini. Ngga nahan deh! 😀 (Hmmm… cowonya nyanyi lagi apa yah???)

Pages in Our Life

Pages of our life

Hidup manusia itu seperti sebuah buku.
Front cover adalah tanggal lahir, back cover adalah tanggal pulang.

Tiap lembarnya adalah tiap-tiap hari dalam hidup kita.

Ada buku yang tebal ada buku yang tipis.
Ada buku yang menarik dibaca, ada yang tidak sama sekali.
Sekali menulis tidak akan pernah berhenti sampai selesai.

Yang hebatnya, seburuk apapun halaman sebelumnya, selalu tersedia halaman selanjutnya yang putih bersih, baru and tiada cacat.
Sama dengan hidup kita, seburuk apapun kemarin, Tuhan selalu menyediakan hari yang baru untuk kita.

Kita selalu diberi kesempatan yang baru untuk melakukan sesuatu yang benar dalam hidup kita setiap harinya, memperbaiki kesalahan kita dan melanjutkan alur cerita yang sudah ditetapkanNya untuk kita masing-masing.

Terima kasih Tuhan untuk hari ini!! Nikmati, isi dengan hal-hal yang baik dan jangan lupa untuk selalu bertanya kepada Tuhan tentang apa yang harus ditulis tiap-tiap harinya.

from Ester

Dilema Cinta 2 Hati

Dilema 2 Cinta

2 hal yang menghibur dalam film ini: 1. Akting Jodhy yang kocak; 2. Tika Putri yang cakep. Selain dari itu, Dilema Cinta 2 Hati feels like an old love story. Tapi meskipun demikian, lumayan bisa jadi tontonan ringan. Ceritanya simple, ngga banyak mikir.

Rating: 2.5 of 5.

Alkisah, Alfa (Afgan) seorang penyanyi terkenal memiliki seorang fan berat, Jane (Olivia Lubis Jensen). Seorang gadis manja anak konglomerat. Apapun ia lakukan untuk bisa bersama dengan Alfa. Sikap nekat Jane pun akhirnya membuat hubungan Alfa dengan kekasihnya Laras (Tika Putri) menjadi renggang.

Namun, setelah Laras diketahui bahwa Jane sedang sakit dan umurnya tidak panjang, akhirnya Laras pun merelakan Alfa yang bisa membahagiakan Jane, walau untuk sesaat.

Mulai deh … adegan double date. 😀 2 cewe, 1 cowo … jadi serasa nonton Ayat-ayat Cinta. Singkat cerita … (ceritanya) Alfa pun jatuh cinta beneran sama Jane.

Penyakit Jane pun semakin terpuruk, sehingga akhirnya ia pun harus menjalani operasi. Semua orang tampak putus harapan, tapi … tiba-tiba saja semua jadi bertobat, berdoa untuk kesembuhan Jane. Dan … memang … mujizat itu nyata 🙂 Akhirnya Jane pun sembuh.

Tika PutriDing! gimana dong sekarang … Antara Jane dan Laras? 🙂 Laras yang tadinya merelakan Alfa dekat dengan Jane karena kasian mengatahui umur Jane yang tidak panjang. Sekarang Jane justru jadi beneran sembuh. Dilema jadinya … 😀 Gimana dong jadinya? 😀 he..he… nonton aja klo mau tau akhirnya mah.

Ceritanya emang agak ganjil. Aneh dengan sikap Alfa, Jane & Laras. Akting Afgan yang kelewat cool, sampe akhir cerita pun gw masih mikir-mikir: sebenernya Alfa itu beneran cinta Jane ngga sih?!? Laras lagih … aneh! bisa tiba-tiba ngerasa sebegitu kasiannya sama Jane sampe relain cowonya dipegang-pegang cewe laen. Konyol! ABG banget! Tapi yah, seperti yang gw bilang. Untuk tontonan santai … rasanya film ini akan cukup menghiburlah.