The Raid

The Raid: Film Indonesia, selera Hollywood. Kalau pernah nonton Merantau (di biokop, bukan di TV), film ini 5x lebih seru. Walau Anda bukan penggemar film Indonesia tapi action adalah genre film Anda. This is definitely your movie!

Ini film cowo banget! Banyak adegan kekerasan tapi, tidak goryRating: 5 of 5.

The Raid - Movie PosterSaya tahu, banyak orang ‘pesimis’ kalau harus nonton film Indonesia di bioskop. Kebanyakan ngomong “… rugi, bentar lagi juga masuk TV”. Tapi untuk yang ini, saya sangat menyarankan untuk di tonton di bioskop. Karena, kalau sudah masuk TV, sensornya pasti motong setengah dari film.

Film yang sama yang disutradarai oleh Gareth Evan, Merantau, begitu masuk TV saja terlalu banyak rasanya adegan yang di potong, jadi kalau Anda nonton Merantau hanya dari siaran TV, rasanya kurang gerget nya. Apalagi film ini. Film ini dipenuhi adegan kekerasan, tapi tidak cukup keras sampai kita merasa jijik (setidak nya tidak menurut saya) dan mungkin itulah yang jadi daya tarik film ini.

Para memain

Para pemain film ini sebagian besar sama dengan para pemain Merantau. Iko Uwais, Dony Alamsyah, Yayan Ruhian, tapi satu yang menarik saya adalah Ray Sahetapy yang berperan sebagai big boss penjahat. Karakternya banyak mengingatkan pada Joker di The Dark Knight (is it? or it is just me?)

Storyline

Kalau dibilang jalan cerita, … sempit. Tidak banyak hal baru, dan agak mudah ditebak. Tapi … seperti hal nya nonton film horor. Nonton film horor barat & horor indonesia. Film horor barat itu seram karena oleh dukungan visual effect yang baik. Film horor Indonesia itu terasa seram karena ke dekatan suasana yang dibangun. Demikian juga dengan The Raid ini. Suasana kumuh rumah susun, logat bicara, tampang preman yang ada di film ini (terutama preman Ambon,😀 maaf tanpa bermaksud menyinggung) terasa kental sekali dengan nuansa Indonesia, memberi kesan lebih nyata dari pada nonton film Die Hard. :D

Tanpa basa-basi. Dari awal introduksi tidak lebih dari 10 menit, langsung action. Awal-awal penyergapan masuk gedung ada ketegangan, kemudian masuk adegan pembantaian (kayak di New Police Story), selanjutnya action terus … sampai akhir. I wouldn’t spoil a good movie like this by telling what you’ll gonna fine in the end. My advice: “Watch this movie at the theater, or you’ll mill all the excitement.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s