Insidious: Chapter 2

Horror bukanlah genre film favorit gw. Tapi berhubung acara nobar, suara terbanyak pilihannya ke Insidious 2. Terpaksa, deh ikut. Sekalian ngetest diri. Dan setelah 1 jam 45 menit … kesimpulannya tetap, horror is not my movie genre. why?

Because, I don’t like movie with unhappy ending.

Gw mengganggap diri sebagai moviegoer (at least by my own term, I am). Film bagus itu adalah film yang meninggalkan kesan “wah” yang dalam benak, dan ada nilai bijak yang menjadi pelajaran. Tapi kalau horror… yang ada orang diterror, sepanjang film, pada akhirnya tetap tragis juga.

Hampir semua tipikal film horor seperti demikain. Sepanjang film, tokoh utama di terror, dan sang produser pun merancang sedemikian rupa supaya penonton merasakan teror yang sama. Dan, setelah sekian jam, penonton ikut bertegang-tegang, biasaya pada akhirnya sang tokoh pun toh akhirnya mati juga atau berakhir dengan tragis. Jadi, pas film berakhir, kesan yang dibawa saat selesai nonton adalah tragedi, unhappy. Apakah itu adalah sesuatu yang kenangan yang bisa dinikmati? Tidak untuk saya.

Jadi kesimpulannya adalah … don’t like horror movie.

Iklan