Dosa selalu meninggalkan jejak

Iklan

Tulus – Monokrom

Lembaran foto hitam putih
Aku coba ingat lagi
Warna bajumu kala itu
Kali pertama di hidupku
Manusia lain memelukku

Lembaran foto hitam putih
Aku coba ingat lagi
Wangi rumah di sore itu
Kue coklat balon warna warni
Pesta hari ulang tahunku

Dimanapun kalian berada
Ku kirimkan terima kasih
Untuk warna dalam hidupku
Dan banyak kenangan indah
Kau melukis aku

Lembaran foto hitam putih
Kembali teringat malam
Ku hitung-hitung bintang
Saat mataku sulit tidur
Suaramu buat ku lelap

Dimanapun kalian berada
Ku kirimkan terima kasih
Untuk warna dalam hidupku
Dan banyak kenangan indah
Kau melukis aku

Kita tak pernah tahu
Berapa lama kita diberi waktu
Jika aku pergi lebih dulu
Jangan lupakan aku
Ini lagu untukmu
Ungkapan terima kasihku

Lambang monokrom hitam putih
Aku coba ingat warna demi warna di hidupku
Tak akan ku mengenal cinta
Bila bukan karna hati baikmu

Movie Review: Headshot (2016)

Terlalu mengumbar adegan kekerasan yang tidak perlu, kisah cinta yang nanggung, penggunaan tehnik shaky cam yang kurang baik, cheesy dialogue, repetitive swearing word. Itu kesan saya setelah menonton Headshot (2016). Tadinya saya berharap Headshot bisa menjadi film yang bisa disanding dengan The Raid, tapi nyatanya jauh dari harapan. Dari adegan tembak-menembak di 5 menit pertama langsung terkesan seperti adegan action di sinetron TV. 😦

Satu-satunya alasan yang membuat saya bertahan nonton film ini sampai akhir adalah …

Chelsea Islan - Headshot 2016

Chelsea Islan … 🙂

 

NGENEST: A fine story from Ernest Prakasa

film ngenest 1

Sangat menghibur! walau plot ceritanya terasa agak maksa. Walau film ini bukan masterpiece, tapi cukup menghibur. Banyak ide yang mengangkat topik yang sensitif dalam lingkungan orang cina. Masalah ras, masalah agama, masalah budaya …, sebagian memang fakta, sebagian adalah fakta yang mungkin agak exaggerated, sehingga (saya percaya setiap orang cina yang nonton film ini, pasti ada momen ia merengutkan keningnya. Entah itu karena merasa ada kesamaan pengalaman, atau … perasaan ga gitu deh!

Ada juga celetukan khas sunda yang emang agak jarang terdengar di film-film bioskop. Kalau urang sunda yang nonton mah, pasti ketawa da!

Walau pun sama sekali tidak ada suatu adegan dengan tampilan sensual, tapi banyak ide komedi yang bersifat sangat vulgar. Hal ini menjadikan film ini tidak akan cocok ditonton bersama dengan anak-anak dibawah umum.

Overall, it’s a good movie. On En Tay’s rating scale, I give this one 4 of 5.

Word of wisdom:

… waktu itu bukan ‘cuma’. Waktu yang kau buang sekarang adalah waktu yang kau pinjam dari masa depan

Tidak semua yang kita inginkan akan terwujud dan tidak semua yang kita takutkan akan terjadi.