Movie Review: Headshot (2016)

Terlalu mengumbar adegan kekerasan yang tidak perlu, kisah cinta yang nanggung, penggunaan tehnik shaky cam yang kurang baik, cheesy dialogue, repetitive swearing word. Itu kesan saya setelah menonton Headshot (2016). Tadinya saya berharap Headshot bisa menjadi film yang bisa disanding dengan The Raid, tapi nyatanya jauh dari harapan. Dari adegan tembak-menembak di 5 menit pertama langsung terkesan seperti adegan action di sinetron TV. 😦

Satu-satunya alasan yang membuat saya bertahan nonton film ini sampai akhir adalah …

Chelsea Islan - Headshot 2016

Chelsea Islan … 🙂

 

Iklan

NGENEST: A fine story from Ernest Prakasa

film ngenest 1

Sangat menghibur! walau plot ceritanya terasa agak maksa. Walau film ini bukan masterpiece, tapi cukup menghibur. Banyak ide yang mengangkat topik yang sensitif dalam lingkungan orang cina. Masalah ras, masalah agama, masalah budaya …, sebagian memang fakta, sebagian adalah fakta yang mungkin agak exaggerated, sehingga (saya percaya setiap orang cina yang nonton film ini, pasti ada momen ia merengutkan keningnya. Entah itu karena merasa ada kesamaan pengalaman, atau … perasaan ga gitu deh!

Ada juga celetukan khas sunda yang emang agak jarang terdengar di film-film bioskop. Kalau urang sunda yang nonton mah, pasti ketawa da!

Walau pun sama sekali tidak ada suatu adegan dengan tampilan sensual, tapi banyak ide komedi yang bersifat sangat vulgar. Hal ini menjadikan film ini tidak akan cocok ditonton bersama dengan anak-anak dibawah umum.

Overall, it’s a good movie. On En Tay’s rating scale, I give this one 4 of 5.

Word of wisdom:

… waktu itu bukan ‘cuma’. Waktu yang kau buang sekarang adalah waktu yang kau pinjam dari masa depan

Tidak semua yang kita inginkan akan terwujud dan tidak semua yang kita takutkan akan terjadi.

“If you’d known this was going to happen, would you have done it?”


City of Angels (1998), this generation might not know much about this movie.. It’s a romatic drama about an angel, Seth (Nicholas Cage) who fall in love to a woman, Maggie (Meg Ryan). And to be with the woman he love, he gave up eternity to live as a mortal with her.

After he became a mortal, they fall in love with each other, but tragicly, their happiness is not for long. Maggie die in an accident.

Knowing that, Seth’s friend, an angel ask him:

If you’d known this was going to happen… would you have done it?

Seth replied:

I would rather have had…
…one breath of her hair…
…one kiss of her mouth…
…one touch of her hand…
…than an eternity without it.
One.

I know, logicly in real life, it’s wrong! But, romantic … yes.

The idea is… If you met someone that makes you happy, but in the end, you found that you can’t be together and that gives you a great grieves. If you have a chance go back in time. Will you avoid of meeting her? Will you avoid falling in love on her so that you wouldn’t get hurt?

If I do, I would go back in time, meet her, and love her more. I’ll make every seconds count.

The Avengers

5.4.12 - "The Avengers"Seperti nonton 4 sekuel film sekaligus (Thor, The Incredible Hulk, Iron Man 2, Captain America), . Setiap scene memberikan suatu kejutan-kejutan baru, sehingga 2.5 jam durasi film terasa pendek. Sampai saat ini The Avengers masih menyisakan decak kagum saya. It’s a MUST SEE MOVIE. Rate 5 of 5.

Jika Anda memang orang yang masih suka dengan karakter komik Marvel, ini akan menjadi film yang pasti membuat Anda terkagum. Seperti impian masa kecil yang jadi kenyataan, melihat semua superhero bisa tampil dalam 1 scene, live action. Dalam setting ceritanya pun, masing-masing tokoh diceritakan dengan berimbang, tidak ada tokoh yang lebih dominan.

Untuk bisa menikmati penuh film ini, sangat disarankan agar Anda bisa menyaksikan 4 film prequel nya terlebih dahulu:

  • Film Thor: perkenalan karakter Thor, Loki, Erik Selvig, Hawkeye, Destroyer (disebut oleh Phil Coulson sebagai sumber kekuatan senjata yang dipegangnya di akhir);
  • Film Captain America: perkenalan karakter Steve Roger sebagai Captain America, Tesseract (sumber energi yang diperebutkan), dan ceritaan bagaimana ia yang dimasa lalu bisa sampai ke masa saat ini.
  • Film Incredible Hulk: Perkenalan karakter Bruce Banner sebagai Hulk, dimana dibagian akhirnya ada juga kemunculan Tony Stark sebagai sedikit sambungan ceritaan Hulk ke Ironman
  • Film Ironman 2: Perkenalan karakter Tony Stark sebagai Ironman, Black Widow, Nick Fury, Agent Phil Coulson.

Tidak menyaksikan (atau tidak tau) soal 4 film sebelumnya pun tak masalah. Hanya saja mungkin akan sedikit mengurangi wow factor. Ada beberapa hal akan terasa lebih WOW kalau Anda mengetahui link ceritanya dari prequel sebelumnya, kalau tidak itu akan biasa-biasa saja.

Fun Fact:

  • Jika Anda juga penggemar serial How I Met Your Mother, Anda juga akan cukup terjut melihat “Robin Scherbatsky” (Cobie Smulders) yang tampil beda dalam film ini.
  • Kalau Anda nonton film ini, bisakan Anda menemukan dimana kemunculan Stan Lee? 🙂

The Raid

The Raid: Film Indonesia, selera Hollywood. Kalau pernah nonton Merantau (di biokop, bukan di TV), film ini 5x lebih seru. Walau Anda bukan penggemar film Indonesia tapi action adalah genre film Anda. This is definitely your movie!

Ini film cowo banget! Banyak adegan kekerasan tapi, tidak goryRating: 5 of 5.

The Raid - Movie PosterSaya tahu, banyak orang ‘pesimis’ kalau harus nonton film Indonesia di bioskop. Kebanyakan ngomong “… rugi, bentar lagi juga masuk TV”. Tapi untuk yang ini, saya sangat menyarankan untuk di tonton di bioskop. Karena, kalau sudah masuk TV, sensornya pasti motong setengah dari film.

Film yang sama yang disutradarai oleh Gareth Evan, Merantau, begitu masuk TV saja terlalu banyak rasanya adegan yang di potong, jadi kalau Anda nonton Merantau hanya dari siaran TV, rasanya kurang gerget nya. Apalagi film ini. Film ini dipenuhi adegan kekerasan, tapi tidak cukup keras sampai kita merasa jijik (setidak nya tidak menurut saya) dan mungkin itulah yang jadi daya tarik film ini.

Para memain

Para pemain film ini sebagian besar sama dengan para pemain Merantau. Iko Uwais, Dony Alamsyah, Yayan Ruhian, tapi satu yang menarik saya adalah Ray Sahetapy yang berperan sebagai big boss penjahat. Karakternya banyak mengingatkan pada Joker di The Dark Knight (is it? or it is just me?)

Storyline

Kalau dibilang jalan cerita, … sempit. Tidak banyak hal baru, dan agak mudah ditebak. Tapi … seperti hal nya nonton film horor. Nonton film horor barat & horor indonesia. Film horor barat itu seram karena oleh dukungan visual effect yang baik. Film horor Indonesia itu terasa seram karena ke dekatan suasana yang dibangun. Demikian juga dengan The Raid ini. Suasana kumuh rumah susun, logat bicara, tampang preman yang ada di film ini (terutama preman Ambon, 😀 maaf tanpa bermaksud menyinggung) terasa kental sekali dengan nuansa Indonesia, memberi kesan lebih nyata dari pada nonton film Die Hard. ðŸ˜€

Tanpa basa-basi. Dari awal introduksi tidak lebih dari 10 menit, langsung action. Awal-awal penyergapan masuk gedung ada ketegangan, kemudian masuk adegan pembantaian (kayak di New Police Story), selanjutnya action terus … sampai akhir. I wouldn’t spoil a good movie like this by telling what you’ll gonna fine in the end. My advice: “Watch this movie at the theater, or you’ll mill all the excitement.”

Resident Evil 4: Afterlife

Resident Evil 4: Afterlife

Just another Resident Evil movie with great action & great 3D effect. Recommended to be seen in 3D theater.

Resident Evil 4: Afterlife ceritanya sih biasa saja. Cuma memang VFX nya keren. Sangat direkomendasikan untuk bisa menyaksikan film ini di sinema 3D. Kalau tidak, nonton film ini akan terasa lebai.

Misal saja pertarungan Claire, Alice melawan zombie raksasa di barak pemandian. Kalau di 3D sih tampak keren, tapi kalau tanpa efek 3D, rasanya terasa lebai (kebanyakan slow motion).

Tapi, meskipun demikian, tanpa 3D FX pun, suguhan perpaduan antara action + thrill difilm ini membuatnya menjadi tontonan yang cukup menghibur.

Fun Fact: Saat Alice & Claire terperangkap dipenjara, ia bertemu dengan Chris. Chris adalah orang yang tau jalan keluar dari penjara. Chris diperankan oleh Wentworth Miller (Michael Scofield dalam serial TV Prisonbreak).