Fiddler on the Roof: Miracle of Miracle

fiddler-on-the-roof

Wonder of wonders, miracle of miracles-
God took the tailor by the hand
Turned him around and Led him to the promised land!
When David slew Goliath (yes!), that was a miracle.
When God gave us manna in the wilderness, that was a miracle too.
But of all God’s miracles large and small,
The most miraculous one of all
Is the one I thought could never be:
God has given you to me.

Ten Commandment (1956): Moses & Sephora

Moses & Sephora

Sephora:

She was very beautiful, wasn’t she?
This woman of Egypt who left her scar upon your heart.
Her skin was white as curd.
Her eyes, green as the cedars of Lebanon.
Her lips, tamarisk honey.
Like the breast of a dove, her arms were soft.
And the wine of desire was in her veins.

Moses:

Yes. She was beautiful… as a jewel.

Sephora:

A jewel has brilliant fire, but gives no warmth.
Our hands are not so soft, but they can serve.
Our bodies not so white, but they are strong.
Our lips are not perfumed… but they speak the truth.
Love is not an art to us.
It’s life to us.
We are not dressed in gold and fine linen.
Strength and honor are our clothing.
Our tents are not the columned halls of Egypt, but our children play happily before them.
We can offer you little… but we offer all we have.

Moses:

I have not little, Sephora. I have nothing.

Sephora:

Nothing from some is more than gold from others.

Moses:

You would fill the emptiness of my heart?

Sephora:

I could never fill all of it, Moses. But I shall not be jealous of a memory.

 

Cinta Tak Harus Memiliki

“Cinta tak harus memiliki”
Kalimat tersebut sangat klise rasanya terdengar. Tapi bagi yg pernah merasakannya, itu berarti sangat dalam. Ingin tahu apa saja di dalamnya?
Disana terdapat ketulusan, keikhlasan, pembelajaran, pendewasaan, dan arti cinta sejati sesungguhnya.

Saat kita dipertemukan dengan perasaan yang namanya CINTA, dan dgn mudah itu dimiliki, mungkin rasanya akan menjadi biasa.
Namun ketika cinta itu sulit dimiliki, ingat, itu bukan berarti Sang Cupid salah melepaskan anak panah cintanya.
Anak panah yg dilepaskannya itu tidak memilih siapa, apa, bagaimana, yang normal bahkan tak masuk akal. Dia hanya menjalankan tugasnya dan tidak bertanggung jawab setelahnya.
Misteri… Ya.. Cinta adalah misteri. Tapi semua manusia mutlak memilikinya.
Sejak kita belum mengenal dunia ini, sudah ditetapkan pemberian cinta untuk kita masing-masing. Siapa, kapan, dimana, bagaimana, dan berapa kali kita menemukan cinta dalam satu kesempatan hidup di dunia.

Saat kita sudah dipasangkan dgn pasangan hidup lalu dipersatukan dgn satu ikatan suci. Dan ketika itu pula Sang Cupid melepaskan anak panahnya kembali, hati-hati!
Jangan terlalu merasakan cinta yang dianggap luar biasa. Hadirnya perlu kita pandangi, cermati, pelajari seberapa dalam tancapan anak panah itu mengenai kita.
Tak perlu terburu-buru melampiaskan semua perasaan, tak perlu buru-buru mengorbankan hal yang masih layak kau pertahankan.

Sudah cukup tenang jika cinta itu berbalas, meski pertemuannya hanya dalam terowongan yang kita buat. Yang dimana kita bisa saling mencurahkan segala perasaan, merasakan kehangatan dalam pelukan, merasa nyaman dalam dekapan, meski itu hanya terjadi beberapa saat, lalu kemudian kita keluar dari terowongan kembali ke pemilik kita masing-masing.

Dari situ kita bisa dapatkan arti ketulusan, dimana kita bisa berikan cinta dan kasih sayang, dengan tidak menuntut untuk memiliki cinta itu sepenuhnya, tidak meminta satu apapun darinya kecuali balasan cinta yang sederhana.
Lalu keikhlasan. Saat kita membiarkan dia kembali ke pelukan pada tempat yang layak, jangan pernah merasa kalah dan terbuang. Sadari bahwa itu tempat dia sebenarnya, meski mungkin pelukan kita bisa jadi lebih hangat.
Kemudian pembelajaran. Saat kita mengetahui bahwa dia sangat mencintai apa yang telah dimilikinya, dan kita belum bisa seperti dia. Jangan cemburu. Dari situ kita bisa belajar bagaimana mencintai dan menjaga sesuatu yang sudah kita miliki sebelumnya.
Selanjutnya dengan begitu akan menumbuhkan kedewasaan untuk kita. Dimana kita bisa menjaga perasaan orang sekeliling kita, menyayangi dengan selayaknya, tidak membiarkannya kecewa, apalagi meninggalkannya hanya karena ambisi ingin memiliki satu cinta baru.

Sejatinya cinta mengajarkan kesabaran, ketulusan, keikhlasan, menjadikan dewasa. Cinta selalu menumbuhkan kebahagiaan meski tak bisa digenggam.

Jika cinta yg kau temui membuatmu bahagia, pertahankan, terus rangkai sampai menjadi besar, tumbuh, dan selalu bersemi.

Cinta semacam ini bukan kesalahan atau dosa yang indah. Ingat, cinta tak pernah salah, tidak untuk dipersalahkan dan tidak juga untuk menyalahkan.
Nikmati saja yang indah ini dalam hati. Ada cinta yang harus dijalani dalam nyata, juga ada cinta yang dirasakan oleh hati dalam mimpi.
Percaya, bahwa mimpi pun satu saat akan bisa menjadi nyata.

Cinta memang banyak bentuknya, dan ini salah satunya “cinta yang tidak harus memiliki”.

(E.L.)

Raditya Dika: Kepada Orang yang Baru Patah Hati

Kepada orang yang baru patah hati … Persilahkan dirimu bersedih.
Para orang punya pandangan yang aneh tentang bersedih.
Seakan-akan bersedih adalah hal yang tabu,
seakan kamu harus buru-buru tertawa setelah hal buruk menimpah.
Tapi tidak !
Seperti hujan di tepi senja, kamu harus membiarkan setiap sendu yang ada.

Setiap kematian butuh peratapan,
begitu pun cinta yang telah mati,
maka lakukanlah apa yang orang patah hati lakukan.
Menangis hingga tidak bisa mendengar suaramu sendiri,
makan coklat sebanyak-banyaknya,
mandi air panas hingga jarimu pucat,
pergi ke kafe dengan tatapan nanar,
pesan satu buah es teh manis karena kopi mungkin terlalu pahit untuk diminum disaat seperti ini.

Izinkanlah dirimu bersedih.
Menangislah seakan ini terakhir kalinya kamu dikecewakan seseorang.
Menangislah seakan kamu lupa caranya berharap.

Kepada orang yang baru patah hati … Setelah kamu bosan bersedih.
Inilah saatnya kamu mengangkat dirimu kembali.
Mulai dengan hal yang mudah,
kamu bisa mulai coba mengambil gitar dan mengambil nada-nada mayor yang bahagia.
Ambil piano dan bermain soneta yang indah,
atau jika kamu tidak bisa bermain musik lihatlah dirimu di depan cermin dan bersenandunglah.
Lalu diantara nada-nada itu bisikkan kepada dirimu sendiri “Aku pantas untuk bahagia”.

Kepada orang yang baru patah hati …
Selalu ada teman untuk menemani kamu, pergilah bertemu teman mu.
Tertawalah sampai lupa waktu.
Tanyakan kabar teman yang lain, pamerlah keberhasilanmu dibidang-bidang yang kamu suka.
Dan jika memungkinkan nongkronglah sampai kamu di usir dari tempat itu.

Emang sih kenangan terhadap dirinya kadang masih sering menganggu.
Tempat yang kalian pernah datangi tidak akan terasa sama.
Teman yang belum tau mungkin akan menghampirimu dan bertanya “Si dia mana ya ?”, yang kamu akan balas dengan senyum tipis, entah bagaimana menjawabnya.

Tapi percayalah satu hal semua ini akan berlalu,
sama seperti hal lain di dunia,
semua hal buruk pasti akan beranjak pergi,
hujan pasti akan terganti langit biru,
gelap pasti terganti terang,
dan luka pasti terganti dengan senyuman tipis dibibirmu.

Kepada orang yang baru patah hati … bersabarlah,
karena di setiap gelap ada cahaya kecil,
karena disetiap sakit ada pembelajaran,
karena kamu pantas untuk bahagia kembali.

Sekeping Hati

Sekeping HatiTuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan,
dua tangan untuk memegang,
dua telinga untuk mendengar,
dan dua mata untuk melihat.

Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita?
Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya.
Itulah namanya cinta.