Stay Strong #SaveAhok

dikutip dari IG: zilviaiskandar

Iklan

Hukuman Mati, Setuju? Tidak Setuju?

Sekali lagi saya tidak mempertanyakan kedaulatan perhukuman di Indonesia untuk melawan narkoba, tetapi saya tidak bisa melihat seseorang yang mengaku tidak bersalah, akan dihukum mati, dan melihat kesedihan istri dan keluarganya.

(Kutipan Surat Terbuka Anggun C. Sasmin terkait hukuman mati Serge Atlaoui.)

Serge adalah warga negara Prancis yang didakwa hukuman mati atas kasus operasi penggerebekan pabrik ekstasi dan sabu di Cikande, Tangerang, 11 November 2005. Barang bukti dari penangkapan Serge adalah 138,6 kilogram sabu, 290 kilogram ketamine, dan 316 drum prekusor atau bahan campuran narkotika.

Kutipan dari Tolak Hukuman Mati, Anggun Tulis Surat Terbuka untuk Jokowi.

Dulu saya berpikir: siapakah manusia? kok bisa berhak mencabut nyawa orang lain dengan atas nama hukum. Tapi menyimak kontroversi seru Surat Terbuka Anggun C. Sasmin yang menyatakan keberatannya terhadap pelaksanaan hukuman mati kepada terdakwa hukuman mati untuk pembuatan obat terlarang, membuat saya memikirkan kembali apa yang saya pikir soal pelaksanaan hukuman mati.

Seorang polisi yang berhadapan dengan penjahat, jikalau penjahat yang ia kejar itu menyerang dia atau membahayakan nyawa dia atau orang lain, maka polisi itu boleh melumpuhkan penjahat itu. Jikalau dalam tindakan polisi itu melumpuhkan penjahat itu menyebabkan kematian, maka polisi itu tidak bersalah untuk pembunuhan (tentunya ada aturan hukum yang ketat yang mengatur hal ini).

Menurut saya, logika serupa pun dapat diterapkan pada pelaksanaan hukuman mati pada pengedar dan pembuat obat terlarang. Apa yang mereka lakukan, adalah sesuatu yang bukan saja menyebabkan kematian, tapi juga merusak lingkungan sosial konsumennya, lebih luas lagi, merusak generasi muda. Jadi, kalau sampai Anggun mengemukakan pernyataan: “…saya tidak bisa melihat seseorang yang mengaku tidak bersalah, akan dihukum mati, dan melihat kesedihan istri dan keluarganya.” Harusnya dia juga mempertimbangkan kesedihaan setiap ibu dan bapak dari anak-anak yang terjerat nakotika bahkan mati, akibat produk yang dihasilkan oleh Serge.

Kita tidak melihat langsung Serge membunuh orang, tapi dengan ia dengan sengaja membuat produk yang merusak dan bahkan membunuh orang yang memakainya, itu sama dengan ia melakukan sesuatu yang sengaja, membuat orang lain mati.

Jadi, inilah yang saya percaya. Saya setuju pelaksanaan hukuman mati bagi para pengedar narkotik.

Nulis Berita kok … “gini”

Heboh dengan berita Foto Perempuan Telanjang di Depan Kampus Petra Bikin Geger via BBM, dibahas beberapa kali di situs detik.com.

Saya pribadi, hal seperti ini tidak perlu terlalu dibesar-besarkan. Apalagi sering kali hal yang dibahasnya pun ngga penting banget. Contoh disalah satu artikel Perempuan Telanjang di UK Petra Dikabarkan Mahasiswi, Inisial FDS:

Foto perempuan berkulit mulus tersebut beredar melalui BlackBerry Messenger (BBM). Ada dua foto yang beredar. Perempuan yang berpostur tinggi itu terkesan hendak masuk ke kampus, namun dihadang oleh petugas keamanan.

Menurut saya kata-kata yang bercetak tebal itu kurang pantas digunakan sebagai bahasa berita. Terlalu vulgar, kurang pantas. Kecuali dipakai untuk surat kabar seperti Lampu Merah.

Hari Pahlawan: Pidato Bung Tomo

Bung Tomo

Bismillahirrahmanirrahim…
Merdeka!!!

Saudara-saudara rakyat jelata di seluruh Indonesia,
terutama, saudara-saudara penduduk kota Surabaya
Kita semuanya telah mengetahui bahwa hari ini tentara Inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua.
Kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka tentukan, menyerahkan senjata-senjata yang kita rebut dari tentara jepang.

Mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan.
Mereka telah minta supaya kita semua datang kepada mereka itu dengan membawa bendera putih tanda menyerah kepada mereka.

Saudara-saudara,
didalam pertempuran-pertempuran yang lampau, kita sekalian telah menunjukkan bahwa
rakyat Indonesia di Surabaya
pemuda-pemuda yang berasal dari Maluku,
pemuda-pemuda yang berasal dari Sulawesi,
pemuda-pemuda yang berasal dari Pulau Bali,
pemuda-pemuda yang berasal dari Kalimantan,
pemuda-pemuda dari seluruh Sumatera,
pemuda Aceh, pemuda Tapanuli & seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini,

didalam pasukan-pasukan mereka masing-masing dengan pasukan-pasukan rakyat yang dibentuk di kampung-kampung,
telah menunjukkan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol,
telah menunjukkan satu kekuatan sehingga mereka itu terjepit di mana-mana

Hanya karena taktik yang licik daripada mereka itu, saudara-saudara
Dengan mendatangkan presiden & pemimpin-pemimpin lainnya ke Surabaya ini, maka kita tunduk untuk menghentikan pertempuran.
Tetapi pada masa itu mereka telah memperkuat diri, dan setelah kuat sekarang inilah keadaannya.

Saudara-saudara, kita semuanya, kita bangsa Indonesia yang ada di Surabaya ini akan menerima tantangan tentara Inggris ini.
Dan kalau pimpinan tentara Inggris yang ada di Surabaya ingin mendengarkan jawaban rakyat Indonesia,
ingin mendengarkan jawaban seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini
Dengarkanlah ini hai tentara Inggris,
ini jawaban rakyat Surabaya
ini jawaban pemuda Indonesia kepada kau sekalian

Hai tentara Inggris!,
kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih takluk kepadamu,
menyuruh kita mengangkat tangan datang kepadamu,
kau menyuruh kita membawa senjata-senjata yang kita rampas dari jepang untuk diserahkan kepadamu

Tuntutan itu walaupun kita tahu bahwa kau sekalian akan mengancam kita untuk menggempur kita dengan seluruh kekuatan yang ada,
Tetapi inilah jawaban kita:
Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih menjadi merah & putih,
maka selama itu tidak akan kita mau menyerah kepada siapapun juga!

Saudara-saudara rakyat Surabaya,
siaplah keadaan genting
tetapi saja peringatkan sekali lagi, jangan mulai menembak,
baru kalau kita ditembak, maka kita akan ganti menyerang mereka itu.

Kita tunjukkan bahwa kita adalah benar-benar orang yang ingin merdeka.
Dan untuk kita, saudara-saudara, lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka.
Semboyan kita tetap: MERDEKA atau MATI.

Dan kita yakin, saudara-saudara,
pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita
sebab Allah selalu berada di pihak yang benar
percayalah saudara-saudara,
Tuhan akan melindungi kita sekalian

Allahu Akbar..! Allahu Akbar..! Allahu Akbar…!
MERDEKA!!!

pidato Bung Tomo pada Peristiwa 10 November 1945

Indonesia Satoe!

Sumpah Pemuda

SOEMPAH PEMOEDA

Pertama :

KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA

Kedua :

KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA

Ketiga :

KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA

Djakarta, 28 Oktober 1928