School of Life Called ‘Marriage’

If you marry the right person, everyday is Valentine’s Day.
Marry the wrong person, everyday is Martyrs Day.
Marry a lazy person, everyday is Labour Day.
Marry a rich person everyday is New Year’s Day
Marry an immature person, everyday would seem like Children’s Day.
Marry a cheater or liar, everyday will become April Fool’s Day.
And if you don’t get married, everyday is Independence Day!
Marriage is the only school where you get the Certificate before you start.

It’s also a school where you will never graduate.
It’s a school without a break or a free period.
It’s a school where no one is allowed to drop out.
It’s a school you will have to attend every day of your life.
It’s a school where there is no sick leave or holidays.

It’s a school founded by God:

  1. On the foundation of love.
  2. The walls are made out of trust.
  3. The door made out of acceptance.
  4. The windows made out of understanding
  5. The furniture made out of blessings
  6. The roof made out of faith.

Be reminded that you are just a student not the principal.
God is the only Principal.
Even in times of storms, don’t be unwise and run outside.
Keep in mind that, this school is the safest place to be.

Never go to sleep before completing your assignments for the day.
Never forget the C-word…Communicate.
Communicate with your classmate and with the Principal.

If you find out something in your classmate (spouse) that you do not appreciate,
Remember your classmate is also just a student not a graduate, God is not finished with him/her yet. So take it as a challenge and work on it together.

Do not forget to study the Holy Book (the main textbook of this school). Start each day with a sacred assembly and end it the same way. Sometimes you will feel like not attending classes, yet you have to. When tempted to quit find courage and continue. Some tests and exams may be tough but remember, the Principal knows how much you can bear and yet it’s a school better than any other.

It’s one of the best schools on earth; joy, peace and happiness accompany each lesson of the day. Different subjects are offered in this school, yet love is the major subject. After all the years of theorizing about it, now you have a chance to practice it. To be loved is a good thing, but to love is the greatest privilege of them all.

Marriage is a place of love, so love your spouse. More grace from God.

Share this to all your married friends to encourage them and to your unmarried friends to counsel and educate them.

Iklan

Mengapa Harus Berbuat Baik?

Aku berbuat baik agar …
Tuhan yang melihatku berkenan mencurahkan berkat dan pahalaNya kepadaku.
Supaya aku diberkati, supaya aku dilepaskan dari masalah-masalahku, supaya Ia berkenan mempertemukan aku dengan jodohku, supaya hidupku lancar, supaya aku … masuk surga …

Tidak! hari ini aku belajar, aku berbuat baik yang benar karena itulah yang menyenangkan hatiNya. Dengan menyenangkan hatiNya, aku bisa berada didekat denganNya, hingga hadiratNya boleh memenuhiku. Karena hanya dengan berada didalam hadiratNya, aku boleh mendapatkan sejatinya suatu kebahagiaan.

Pages in Our Life

Pages of our life

Hidup manusia itu seperti sebuah buku.
Front cover adalah tanggal lahir, back cover adalah tanggal pulang.

Tiap lembarnya adalah tiap-tiap hari dalam hidup kita.

Ada buku yang tebal ada buku yang tipis.
Ada buku yang menarik dibaca, ada yang tidak sama sekali.
Sekali menulis tidak akan pernah berhenti sampai selesai.

Yang hebatnya, seburuk apapun halaman sebelumnya, selalu tersedia halaman selanjutnya yang putih bersih, baru and tiada cacat.
Sama dengan hidup kita, seburuk apapun kemarin, Tuhan selalu menyediakan hari yang baru untuk kita.

Kita selalu diberi kesempatan yang baru untuk melakukan sesuatu yang benar dalam hidup kita setiap harinya, memperbaiki kesalahan kita dan melanjutkan alur cerita yang sudah ditetapkanNya untuk kita masing-masing.

Terima kasih Tuhan untuk hari ini!! Nikmati, isi dengan hal-hal yang baik dan jangan lupa untuk selalu bertanya kepada Tuhan tentang apa yang harus ditulis tiap-tiap harinya.

from Ester

Cinta & Pernikahan

Murid bertanya kepada gurunya, “Apa itu cinta?”

Gurunya menjawab, “pergilah ke ladang gandum dan petiklah sebulir yang besar, kemudian kembalilah. Tapi peraturannya adalah: engkau hanya boleh melewatinya sekali saja, dan kau tidak boleh kembali lagi untuk memetik.”

Murid itu pergi ke ladang, melewati bari pertama, ia melihat sebulir gandum yang besar, tapi ia berpikir mungkin ada bulir yang lebih besar lagi nanti.

Lalu ia melihat bulir lain yang lebih besar, tapi pikirnya kembali, mungkin ada bulir lain yang lebih besar.

Setelah ia melewati lebih dari setengah ladang gandum, ia mulai menyadari bahwa bulir-bulir gandum yang ia temui tidak sebesar yang ia lihat sebelumnya. Ia menyadari kalau ia telah melewatkan bulir gandum yang terbesar, dan ia menyesal.

Dengan demikian, ia kembali ke gurunya dengan tangan kosong.

Gurunya berkata,

inilah cinta … Kau terus menjadi yang terbaik, tapi kemudian kau menyadari, kau telah kehilangan dia

Lalu muridnya bertanya, “Apa itu pernikahan?”

Sang guru menjawab, “pergilah ke ladang jagung, dan pilihlah satu jagung yang paling besar, dan kembalilah. Tapi peraturannya adalah: engkau hanya boleh melewatinya sekali saja, dan kau tidak boleh kembali untuk memetik.”

Murid pergi ke ladang jagung. Kali ini ia dengan hati-hati, untuk tidak mengulangi kesalahannya. Ketika ia mencapai setengah dari ladang itu, ia memilih satu jagung yang berukuran cukup, yang membuat hatinya cukup puas. Lalu, ia kembali kepada gurunya.

Gurunya berkata

kali ini kau membawa jagung. Kau mencari seseorang yang cukup baik, kau yakin dan percaya bahwa inilah orang yang terbaik untukmu. Inilah pernikahan

Beautifully Imperfect

Terjemahan:

Saya tidak akan menyampaikan pujian kepada mendiang suami saya,
atau bercerita betapa baiknya dia.
Banyak orang telah melakukannya disini.

Tetapi,
saya mau menceritakan sesuatu yang mungkin akan terdengar kurang nyaman,
pertama, saya akan bercerita tentang apa yang terjadi saat kami tidur

Pernah mengalami kesulitan menyalakan mesin mobil Anda di pagi hari?
(Grrrrrrrhhh…. Grrrrrrrhhh…. Grrrrrrrhhh….)
Ya, sersis seperti itulah David mendengkur.

Tapi, itu belum apa-apa …
Ada juga, suara hembusan angin dari belakang yang mengikutinya.
sangat keras, hingga pernah suatu malam,
sampai ia sendiri terbangun dari tidurnya.

“Apa itu?” dia terbangun.
“O … itu, suara anjing.” Jawabku. “Kembalilah tidur, sayang.”

Anda semua bisa menganggap ini semua lucu.
Tapi pada akhir hidupnya,
ketika sakitnya bertambah parah,
suara inilah menandakan bahwa suamiku masih hidup.
Aku akan melakukan apapun,
untuk bisa mendengar suara itu kembali,
sebelum aku tidur.

Pada akhirnya,
Hal-hal kecil inilah yang kau kenang.
Ketidaksempurnaan kecil yang membuatnya sempurna
untukmu

Jadi untuk anak-anakku,
Aku harap suatu hari nanti,
Kalian menemukan seorang pendamping hidup
yang begitu indah dalam ketidaksempurnaannya
seperti ayahmu, bagiku.

iklan dari National Family Council, Singapore (thinkfamily.sg)

“Gimana rasanya pacaran?”

Saat aku awal aku memiliki seorang kekasih, orang bertanya: duh, dah punya cewe yah sekarang… gimana rasanya?

Rasanya seperti: Naik gunung!

Susah payah mendaki
Sampai dipuncak: hah… akhirnya.
Dari atas memang dunia tampak lebih indah.
Tapi disaat yang sama,
ia juga melihat masih banyak puncak gunung yang lebih tinggi,
betapa kecilnya gunung tempat ia berpijak pada saat ini.

Apakah cukup aku mendirikan rumahku diatas digunung ini?
Atau bolehkah aku mendaki gunung itu?
yang lebih tinggi,
yang lebih indah.

Salah satu hal penting yang aku coba belajar adalah berkata cukup.
Menyadari, pencarian akan yang terbaik adalah pencarian yang tiada akhir.
Karena, akan selalu ada yang lebih baik.