Reaction: how deaf people feel when the first time in his life begin to hear

This video never stopped to amaze me.

Iklan

Mengapa Harus Berbuat Baik?

Aku berbuat baik agar …
Tuhan yang melihatku berkenan mencurahkan berkat dan pahalaNya kepadaku.
Supaya aku diberkati, supaya aku dilepaskan dari masalah-masalahku, supaya Ia berkenan mempertemukan aku dengan jodohku, supaya hidupku lancar, supaya aku … masuk surga …

Tidak! hari ini aku belajar, aku berbuat baik yang benar karena itulah yang menyenangkan hatiNya. Dengan menyenangkan hatiNya, aku bisa berada didekat denganNya, hingga hadiratNya boleh memenuhiku. Karena hanya dengan berada didalam hadiratNya, aku boleh mendapatkan sejatinya suatu kebahagiaan.

Pages in Our Life

Pages of our life

Hidup manusia itu seperti sebuah buku.
Front cover adalah tanggal lahir, back cover adalah tanggal pulang.

Tiap lembarnya adalah tiap-tiap hari dalam hidup kita.

Ada buku yang tebal ada buku yang tipis.
Ada buku yang menarik dibaca, ada yang tidak sama sekali.
Sekali menulis tidak akan pernah berhenti sampai selesai.

Yang hebatnya, seburuk apapun halaman sebelumnya, selalu tersedia halaman selanjutnya yang putih bersih, baru and tiada cacat.
Sama dengan hidup kita, seburuk apapun kemarin, Tuhan selalu menyediakan hari yang baru untuk kita.

Kita selalu diberi kesempatan yang baru untuk melakukan sesuatu yang benar dalam hidup kita setiap harinya, memperbaiki kesalahan kita dan melanjutkan alur cerita yang sudah ditetapkanNya untuk kita masing-masing.

Terima kasih Tuhan untuk hari ini!! Nikmati, isi dengan hal-hal yang baik dan jangan lupa untuk selalu bertanya kepada Tuhan tentang apa yang harus ditulis tiap-tiap harinya.

from Ester

Cinta & Pernikahan

Murid bertanya kepada gurunya, “Apa itu cinta?”

Gurunya menjawab, “pergilah ke ladang gandum dan petiklah sebulir yang besar, kemudian kembalilah. Tapi peraturannya adalah: engkau hanya boleh melewatinya sekali saja, dan kau tidak boleh kembali lagi untuk memetik.”

Murid itu pergi ke ladang, melewati bari pertama, ia melihat sebulir gandum yang besar, tapi ia berpikir mungkin ada bulir yang lebih besar lagi nanti.

Lalu ia melihat bulir lain yang lebih besar, tapi pikirnya kembali, mungkin ada bulir lain yang lebih besar.

Setelah ia melewati lebih dari setengah ladang gandum, ia mulai menyadari bahwa bulir-bulir gandum yang ia temui tidak sebesar yang ia lihat sebelumnya. Ia menyadari kalau ia telah melewatkan bulir gandum yang terbesar, dan ia menyesal.

Dengan demikian, ia kembali ke gurunya dengan tangan kosong.

Gurunya berkata,

inilah cinta … Kau terus menjadi yang terbaik, tapi kemudian kau menyadari, kau telah kehilangan dia

Lalu muridnya bertanya, “Apa itu pernikahan?”

Sang guru menjawab, “pergilah ke ladang jagung, dan pilihlah satu jagung yang paling besar, dan kembalilah. Tapi peraturannya adalah: engkau hanya boleh melewatinya sekali saja, dan kau tidak boleh kembali untuk memetik.”

Murid pergi ke ladang jagung. Kali ini ia dengan hati-hati, untuk tidak mengulangi kesalahannya. Ketika ia mencapai setengah dari ladang itu, ia memilih satu jagung yang berukuran cukup, yang membuat hatinya cukup puas. Lalu, ia kembali kepada gurunya.

Gurunya berkata

kali ini kau membawa jagung. Kau mencari seseorang yang cukup baik, kau yakin dan percaya bahwa inilah orang yang terbaik untukmu. Inilah pernikahan

Beautifully Imperfect

Terjemahan:

Saya tidak akan menyampaikan pujian kepada mendiang suami saya,
atau bercerita betapa baiknya dia.
Banyak orang telah melakukannya disini.

Tetapi,
saya mau menceritakan sesuatu yang mungkin akan terdengar kurang nyaman,
pertama, saya akan bercerita tentang apa yang terjadi saat kami tidur

Pernah mengalami kesulitan menyalakan mesin mobil Anda di pagi hari?
(Grrrrrrrhhh…. Grrrrrrrhhh…. Grrrrrrrhhh….)
Ya, sersis seperti itulah David mendengkur.

Tapi, itu belum apa-apa …
Ada juga, suara hembusan angin dari belakang yang mengikutinya.
sangat keras, hingga pernah suatu malam,
sampai ia sendiri terbangun dari tidurnya.

“Apa itu?” dia terbangun.
“O … itu, suara anjing.” Jawabku. “Kembalilah tidur, sayang.”

Anda semua bisa menganggap ini semua lucu.
Tapi pada akhir hidupnya,
ketika sakitnya bertambah parah,
suara inilah menandakan bahwa suamiku masih hidup.
Aku akan melakukan apapun,
untuk bisa mendengar suara itu kembali,
sebelum aku tidur.

Pada akhirnya,
Hal-hal kecil inilah yang kau kenang.
Ketidaksempurnaan kecil yang membuatnya sempurna
untukmu

Jadi untuk anak-anakku,
Aku harap suatu hari nanti,
Kalian menemukan seorang pendamping hidup
yang begitu indah dalam ketidaksempurnaannya
seperti ayahmu, bagiku.

iklan dari National Family Council, Singapore (thinkfamily.sg)

“Gimana rasanya pacaran?”

Saat aku awal aku memiliki seorang kekasih, orang bertanya: duh, dah punya cewe yah sekarang… gimana rasanya?

Rasanya seperti: Naik gunung!

Susah payah mendaki
Sampai dipuncak: hah… akhirnya.
Dari atas memang dunia tampak lebih indah.
Tapi disaat yang sama,
ia juga melihat masih banyak puncak gunung yang lebih tinggi,
betapa kecilnya gunung tempat ia berpijak pada saat ini.

Apakah cukup aku mendirikan rumahku diatas digunung ini?
Atau bolehkah aku mendaki gunung itu?
yang lebih tinggi,
yang lebih indah.

Salah satu hal penting yang aku coba belajar adalah berkata cukup.
Menyadari, pencarian akan yang terbaik adalah pencarian yang tiada akhir.
Karena, akan selalu ada yang lebih baik.

Que Sera Sera

http://lyrics.stlyrics.com/lyrscroll.swf?page=http%3A//www%2Estlyrics%2Ecom/lyrics/semi-pro/queseraserawhateverwillbewillbe%2EhtmQue sera sera means whatever will be, will be. Lagu pertama dinyanyikan dalam film The Man Who Know Too Much oleh Doris Day.

Entah diambil dari bahasa apa, tapi … the song is quite … relaxing (and inspiring).

Tiap hari, tiap saat, setiap hal yang kita pikirkan, setiap hal yang kita katakan, setiap hal yang kita lakukan; kita membuat kita membuat langkah-langkah kecil yang mempengaruhi kehidupan kita untuk banyak tahun kedepan.

labyrinthSeperti sedang berjalan dalam sebuah labirin raksasa. Setiap langkah yang kita buat, belok kiri, kanan, lurus, atau balik lagi. Setiap keputusan akan menentukan hasil akhir dilubang mana perjalanan kita berakhir.

Of course … we all love happy ending, and nobody likes sad ending. Dan, kita tidak bisa tahu jelas mana jalan yang menuju ke happy ending.

Hah …
what should I say?
what should I do?
what must I say?
what must I do?

Hah … the same questions which keep popping in my mind, everyday.

Kadang saya sendiri selalu berharap DIA bisa menjawab lewat suara loudspeaker dari atas sana. Atau … memiliki teropong waktu yang bisa melihat segalanya kedepan hal yang terjadi bila saya melakukan ini dan itu.

Masa depan memang terlalu misterius kalau harus dipahami. Yang terbaik yang bisa dilakukan adalah berserah. DIA yang telah merencanakan segalanya. We just do our best (and let HIM do the rest).

Que sera sera
whatever will be, will be.
the future’s not ours to see
Que sera sera