Ubuntu + Beryl Compiz (after update)

New update on BERYL COMPIZ always excite me, but also thrilling.
It excite me because there’s always some improvement on every update. BERYL COMPIZ become better and better.
It thrill me because … sometime after update, some changes make BERYL COMPIZ works unexpectedly and FREEZE.

Now, my last update make my BERYL COMPIZ freeze. But after running Compiz Manager and close, BERYL COMPIZ again normal. Except for “Desktop Cube” option. If I enabled that option, my desktop suddenly become smaller. Don’t know why. 😦

Any suggestion?!?

HEROES Season 2: Countdown

Heroes: Four Months Later

Four months after the events of the showdown between Sylar and Peter, new Heroes emerge. These include Blackie, an Irish mobster who is 1,000 years old. Hiro remains in the past, but what will come of this? Someone dies and someone isn’t dead. Claire has a boyfriend. New heroes are introduced.

24 September 2007 Heroes season 2 episode 1 (titled Four months later) diputar premier di NBC. It’s the series i’ve been waiting for. Ngga sabar tunggu bajakannya ada. 😀

Doa untuk “seseorang disana”

Berikut adalah post yang saya dapat dari bulletin di friendster. Entah mungkin ini sudah yang kesekian kalinya saya mendapatkan post berikut, tapi … somehow, hari ini saya merasa ngeuh, saat membaca puisi ini. Just feel want to share it with everybody.

Tuhan, aku berdoa untuk seorang wanita, yang kelak akan menjadi bagian dari hidupku.

Seorang yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu.
Seorang wanita yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau.
Seorang wanita yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMU.

Wajah cantik dan daya tarik fisik tidaklah penting.
Yang paling penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan haus akan Engkau
dan memiliki keinginan untuk menjadi seperti Engkau.
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup,
sehingga hidupnya tidaklah sia-sia.

Seseorang yang memiliki hati yang bijak
bukan hanya otak yang cerdas.
Seorang wanita yang tidak hanya mencintaiku
tetapi juga menghormati aku.
Seorang wanita yang tidak hanya memujaku
tetapi dapat juga menasehati ketika aku berbuat salah.
Seorang yang mencintaiku bukan karena ketampananku
tetapi karena hatiku.

Seorang wanita yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi.
Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang pria ketika berada di sebelahnya.
Aku tidak meminta seorang yang sempurna,
Namun aku meminta seorang yang tidak sempurna,
sehingga aku dapat membuatnya sempurna dimataMU. Lanjutkan membaca “Doa untuk “seseorang disana””

Widyawisata Jogja 2007 – SMAK 1 BPK PENABUR BANDUNG

Prambanan – Sarangan – Malioboro
Berfoto bersama diantara reruntuhan istana Loro Jongrang bersama 227 siswaku.
Kagumi indahnya bentangan dataran luas MagetanMadiun dari setapak jalan turun dari gunung Lawu menuju Sarangan.
Nikmati suasana Jogja, sambil makan lesehan dengan sepiring gudeg.
Tawar menawar harga dengan mbo penjual baju dipinggiran jalan Malioboro.
Tertawa bersama tentang kejadian tadi siang dan lelucon konyol tentang guru-guru.
Thank God! Hari itu aku ‘berusia 17 tahun’ lagi. 😀

Menyenangkan sekali! Rasanya sudah cukup lama saya tidak menikmati suasana seperti ini. 🙂 Bersama 227 siswaku kelas XI, dan 13 guru pembimbing lain, kami melakukan widyawisata ke Jogja.

Keberangkatan 10 September malam dan kembali tiba di Bandung 14 September subuh. Sungguh kegiatan yang melelahkan. Sampai hari ini rasanya rasa pegal-pegalnya masih terasa, tapi … begitu pula kesenangannya masih terasa sangat membekas. 🙂 Maklumlah, generasi udah setua ini, bisa maen sama-sama dengan anak muda merupakan kesempatan yang langka.

Taufiq Ismail: Alma mater

Gaudeamus igitur
Juvenes dum sumus …
(Let us rejoice therefore, While we are young.)

Didepan gerbangmu tua pada hari ini
Kami menjilangkan tangan kedada kiri
Tegak dan tengadah menatap bangunanmu
Genteng hitam, dinding kusam berlumut waktu
Untuk terakhir kali

Marilah kita kenangkan tahun-tahun dulu
Hari-hari kuliah diruang fisika
Mengantuk pada pagi cericit burung gereja
Praktikum. Padang percobaan. Praktek daerah
Corong anastesis dan kilau skalpel dikamar bedah
Suara-suara menjalar sepanjang gang
Suara pasien yang pertama kali kujamah

Diaula ini, aula yang semakin kecil
Kita beragitasi, berpesta dan berkencan
Melupakan sengitnya ujian, tekanan guru besar
Melepaskannya pada hari-hari perpeloncoan
Pada film dan musik yang murahan

Ya, kita sesekali butuh juga konser yang baik
Drama Sophocles, Tjekov, atau Jas Panjang Pesanan
Memperdebatkan Tuhan, politik dan para negarawan
tentang perempuan, filsafat serta peperangan
Bayang semua abad dahulu lewat abad yang kini

Dimanakah kau sekarang berdiri? Diabad ini
Dan bersyukurlah karena lewat gerbangmu tua
Kita telah dilantik jadi warga Republik Berpikir Bebas
Sesudah bertahun diuji kesetiaan dan keberanianmu
Dalam berpikir dan menyatakan kebebasan suara hati

Berpijak ditanah air nusantara
Dan menggarap tahun-tahun kemerdekaan
Dengan penuh kecintaan

Dan kami bersyukur pada Tuhan
Yang telah melebarkan gerbang tua ini
Dan kami bersyukur pada ibu bapa. Yang sepanjang malam
Selalu berdoa tulus dan terbungkuk membiayai kami
Dorongan kekasih sepenuh hati
Dan kami berhutang pada manusia
Yang telah merintiskan sejarah dan ilmu
Yang telah menjadi guru-guru kami
Yang membayar pajak selama ini

Pada hari ini didepan gerbangmu tua
Kami telah kenangkan cemara halamanmu dalam bau formalin

Mikroskop. Kamar obat. Perpustakaan
Gulungan lajar dikampung nelayan, janji pohon-pohon perkebunan

Angin hijau dipadang-padang peternakan
Deru kemarau dipadang-padang penggembalaan
Dalam mimpi teknologi, kami kini dipanggil
Untuk menggarap tahun-tahun kemerdekaan
Dan mencintai manusianya
Mencintai kebebasannya

Taufiq Ismail
Bogor, 1963

Aku Mencintaimu … Sahabat.

Jauhku bergumul dengan awan pekat
hitam…. tak jelas akan rembulan yang mengintip
ingin menyimak kejadian bumi
langkahku gontai semakin melunglai

Fikirku dalam angan tak jelas
mencoba menterjemahkan kejadian tadi
kala kau menjamuku dengan mesra
diluar kebiasaan kita sebagai sahabat

Adakah aturan main yang lain disana?
bumbu manis apa yang ingin kau perlihatkan?
dari semua sentuhanmu tadi….
rasa cintakah atau sekedar nafsu belaka?

Aku memarahi kebodohanku sendiri
terlarut dalam kenikmatan yang kumaki saat ini….
Kami sahabat… pantaskah itu?
Terlalu….

Tapi ada gerak yang ingin meminta lagi
sentuhanmu membuat tubuhku menangih…
mungkin kau memperlakukanku begitu istimewa
diantara kelembutan dan perasaanmu yang tak pernah kau akui…

Apakah masih ada persahabatan disana?
kala kita memperlakukan semuanya dengan cara lain
cara yang seharusnya tidak dilakukan seorang sahabat
dan bibirku kini hanya bisa terdiam…

Bila saja aku tak menangis saat itu
mungkin kita sudah lebih jauh
Bila saja tak ada rangkaian kata maaf darimu
mungkin kita sudah tidak dibumi lagi
berpijak pada keyakinan yang kita tinggalkan sesaat
berdansa dengan para iblis yang tertawa…

Aku menyayangimu sahabat…
seperti dulu…
Aku juga menyukaimu sahabat…
seperti dulu…

Dan aku tak ingin ini berakhir tanpa sebuah kata
akan kemana persahabatan ini dibawa
ketika kau diam bersama pertanyaanku
dan pengakuan tulusku….
Bahwa aku juga mencintaimu….

Evan Almighty: Noah of New York

Evan Almighty

Walau tidak terlalu nyambung, Evan Almighty bisa dibilang sequel dari Bruce Almighty. Kalau dibilang lucu sih … yah … sebandinglah. Rame! Rating 4 of 5.

Lucu! Tapi kadang agak aneh juga, menjadikan tuhan, sebagai lelucon (walaupun memang ngga gitu-gitu amat).

Mungkin memang tidak sekonyol Bruce Almighty, tapi saya merasa ada beberapa pesan moral yang memang sangat memberi kesan.

Joan Baxter (Lauren Graham), istri Evan senantiasa berdoa agak bisa terciptanya kedekatan dalam keluarga, tapi yang ia dapatkan ialah suaminya – Evan (Steve Carell) yang berubah menjadi gila (bahkan istrinya pun tidak percaya Evan menjadi Nuh). Dalam kebimbangannya, disaat ia hendak meninggalkan suaminya, tuhan (Morgan Freeman) mendatanginya dalam rupa manusia biasa dan berbicara dengannya:

Let me ask you something. If someone prays for patience, you think God gives them patience? Or does he give them the opportunity to be patient? If he prayed for courage, does God give him courage, or does he give him opportunities to be courageous? If someone prayed for the family to be closer, do you think God zaps them with warm fuzzy feelings, or does he give them opportunities to love each other?

Memang perkataan itu bukan Firman Tuhan yang sesungguhnya. Tapi memang sering kali, bila kita berdoa, kita selalu menginginkan suatu pertolongan yang instan dari Tuhan. Pengen pinter, tapi ngga mau belajar, Tuhan memberi jalan, tapi tetep males belajar. Ya kalau demikian … percuma dong! Begitu juga dalam hal-hal lain, bekerja, pengendalian diri, masalah keluarga, dan lain sebagainya. Ia selalu memberi jalan, tapi kita harus mau percaya dan taat. Jalannya mungkin tidak mudah, tapi Ia berjanji akan selalu menyertai. Amin!

Taufiq Ismail: Ketika Sebagai Kakek di Tahun 2040, Kau Menjawab Pertanyaan Cucumu

Salah satu puisi dari Taufiq Ismail, yang dikutip dari Don KISOT. Puisi yang kental dengan suasana reformasi, 1998.

Cucu kau tahu, kau menginap di DPR bulan Mei itu
Bersama beberapa ribu kawanmu
Marah, serak berteriak dan mengepalkan tinju
Bersama-sama membuka sejarah halaman satu
Lalu mengguratkan baris pertama bab yang baru
Seraya mencat spanduk dengan teks yang seru
Terpicu oleh kawan-kawan yang ditembus peluru
Dikejar masuk kampus, terguling di tanah berdebu
Dihajar dusta dan fakta dalam berita selalu
Sampai kini sejak kau lahir dahulu
Inilah pengakuan generasi kami, katamu
Hasil penataan dan penataran yang kaku
Pandangan berbeda tak pernah diaku
Daun-daun hijau dan langit biru, katamu
Daun-daun kuning dan langit kuning, kata orang-orang itu
Kekayaan alam untuk bangsaku, katamu
Kekayaan alam untuk nafsuku, kata orang-orang itu
Karena tak mau nasib rakyat selalu jadi mata dadu
Yang diguncang-guncang genggaman orang-orang itu
Dan nomor yang keluar telah ditentukan lebih dulu
Maka kami bergeraklah kini, katamu
Berjalan kaki, berdiri di atap bis yang melaju
Kemeja basah keringat, ujian semester lupakan dulu
Memasang ikat kepala, mengibar-ngibarkan benderamu
Tanpa ada pimpinan di puncak struktur yang satu
Tanpa dukungan jelas dari yang memegang bedil itu
Sudahlah, ayo kita bergerak saja dulu
Kita percayakan nasib pada Yang Satu Itu.