Shinobi – Heart under blade

ShinobiShinobi centers on the drama resulting from the war between two ninja clans in the early part of the Tokugawa era. In the film, Nakama Yukie portrays Oboro, the granddaughter of Ogen (Lily), the respected Iga clan matriarch, while Odagiri Jo plays Gennosuke, the son of Danjo Koga (Minoru Terada), the powerful Koga clan leader. While living deep within the mountains, the two ninja clans have honed their skills to superhuman levels. Unfortunately, the clans do not get along and are forbidden by imperial decree from sharing their techniques with each other. Viewing the two ninja clans as a threat to his scheme for total domination, the nefarious Nankobo Tenkai (Ishibashi Renji) plots to intensify the rivalry between the two clans. Nakobo creates a contest in which the clans are forced to choose five of their best warriors to participate. The battle, however, isn’t just a friendly contest – it’s a duel to the death!

KEREN PISAN! itu komentar gw tentang film ini. Rating (5 of 5).
Biasa, fighting style Jepang itu, tarung ala samurai (atau koboi). 2 orang bertemu, sabet! winner & loser nya langsung keliatan. Pertarungan tidak pernah lebih dari 1 menit. Berbeda dengan film-film laga mandarin ataupun hollywood. Tapi, dengan dukungan VFX yang baik, momen pertarungan yang singkat berasa terkesan. 😉
Mmm… entah lah, saya sendiri tidak menemukan arti kata shinobi (atau mungkin cuma sebutan lain dari ninja)yang sebenarnya di wikipedia. Tapi, di film ini ditekankan bahwa para shinobi adalah ninja yang mempelajari forbidden ninjutsu art.
Filmnya berakhir dengan happy ending, tapi klo Anda pernah nonton film Jepang sebelumnya, film Jepang tampaknya mempunyai standar happy ending yang berbeda dengan film-film hollywood. Jangan berharap ketemu ending yang live happily everafter. Ending pada film Jepang biasanya selalu memilukan hati. Tapi, mungkin itu yang membuat film ini menjadi berkesan.
If you are a NARUTO lover, this definitly your movie. Saya bisa katakan kalau film ini adalah versi orang film NARUTO (anime).

Ini adalah quote yang saya dapat dari Shinobi:

Fate is something we make

Kouga Gennosuke
Iklan

Indonesian Idol 3 – Premier

Indonesian Idol 3, malam tadi pukul 20.00 wib – premier. I quite a fan to this show, watching the transformation of one ordinary character into one Indonesian Idol.
Tentunya, salah satu bagian menarik dari Indonesian Idol ini adalah audisi. 🙂
Kadang, aneh juga … masih aja ada orang yang ngga nyadar, punya suara yang kurang kayak gitu, maksain malah ikutan audisi. 😀 😀
Mungkin cuma pengen mejeng di tivi, tapi … itu mah malah malu-maluin diri sendiri. Klo gw mah … duh … amit-amit dah.
Walau kadang lagi nyanyi-nyanyi di kamar mandi gw ngerasa suara gw bagus :D. Tapi gw cukup tau diri klo ikutan idol mah, paling jadi bulan-bulanan para juri.
Tapi yah … klo ngga ada yang gituan … emang ngga rame sih :D.

Batman Begins

Compared to the other BATMAN movies, this definitly the best. But if you expecting all time action from this movie, you might be diappointed. To see some real BATMAN action, you’ll have to wait about 50 minutes.
It’s about the figure of BATMAN as superhero, and why Bruce Wayne became BATMAN.
Overall, this movie is GREAT, I rate it 5 of 5.

Here’s my favourite quotes I got from Batman Begins:

It’s not who I am underneath, but what I do that defines me

Bruce Wayne

why do we fall?
So we can learn to pick ourselves up.

Thomas Wayne

Pra UU APP

Saya menyimak peristiwa yang dialami oleh dr_will (nickname) yang di-post di forumponsel.com. Berikut kutipannya:

Halo temen2

Pengen berbagi pengalaman saya aja kemaren di atas bus kemaren, 27 Maret 2006. Seperti biasa, saya pulang dari kerja di RSCM naik bus patas pulang ke kota. Kebetulan duduk agak depan kanan.

Kira2 di dekat Kwitang, saya yang lagi ngantuk2 kaget mendengar kegaduhan di baris belakang. Semua penumpang menengok ke belakang.
Ternyata ada 2 orang bapak yang sedang marah2 dan ngamuk (kalap kayanya) terhadap 3 orang wanita yang duduk bersama di belakang.

Ketiga wanita ini masih muda, sekitar 20-25 tahun, duduk bertiga dengan dandanan mahasiswi, berkaus lengan pendek dengan celana jeans.
Kedua orang yang ngamuk ini berusia sekitar 40 dan 50 tahun, berbaju jubah putih panjang bercelana kain longgar, berkumis dan berjenggot lebat dan menggunakan pici dan surban (no offense bener2 ini hanya deskripsi dari yang saya liat)

Mereka marah besar dan menuduh ketiga wanita yang duduk ini melakukan pornoaksi dan membuka aurat mereka, menyebabkan banyak pria melakukan dosa, dll. Sambil memarahi mereka dengan campuran bahasa Indonesia, Arab dll dengan amat kasar dan tak pantas nada2nya.
Terus menerus mengatakan murtad murtad, apalagi mereka menanyakan ketiga wanita itu yang ternyata beragama islam, terus terbersit kata pujian pada Yang Di Atas sambil marah. Mereka berdua akhirnya mengusir ketiga wanita ini di sekitar tugu tani ke luar bus.
Sampai mereka turun di gang Petasan dan menyeberang ke arah Mesjid Kebun Jeruk , di bus mereka terus marah2 berdua, saling berdiskusi dengan suara garang dan keras sehingga terdengar ke seluruh bis, betapa sudah murtad dan tak bermoralnya Indonesia, betapa bangsa ini harus dicuci bersih, betapa semua orang sudah tak bermoral dan harus dikembalikan pada hakikatnya, harus itu undang2 antiporno disahkan dll.

Saya dan penumpang lain terus terang ketakutan melihat kegarangan dua pendekar moral ini. Sesudah mereka turun, ramai kita bicara, rupanya kata penumpang ibu2 di sekitarnya, 3 wanita tadi tak melakukan apa2, hanya masuk di Salemba dari depan , melewati kedua bapak itu dan duduk ngobrol bersama bertiga, seperti biasa yang dilakukan orang2 di bus bersama rekan2nya. Tiba2 kedua bapak ini dari duduk di depan bergegas ke belakang marah2.

Ibu2 di bis hampir semua merasa aneh, mereka semua rata2 berdandan sama, kaos lengan pendek, rok atau celana jeans namun mungkin karena sudah tua dan tak menggugah lagi, shingga dilepaskan oleh kedua bapak ini.

Ini hanya kejadian yang kebetulan saya temui saja di bis kota.

Bayangkan seperti biasa di Patas ke kota ini, yang naik bisa ber 5-15 orang yang akan ke mesjid kebun jeruk itu, bagaimana bila mereka terus melakukan hal ini terhadap setiap perempuan yang menggugah mereka dan dianggap mereka membuka aurat dan tak bermoral.

Tak lama pasti akan terjadi tindakan main hakim sendiri.

Kemarin itu ketiga wanita itu diusir dari bis, kalau para penegak moral itu, katakanlah ber 5-10, yang dimarahi itu wanitanya sendiri atau berdua, dianggap sengaja merangsang, Siapa yang dapat menjamin tak terjadi
tindakan kekerasan atau malah pelecehan seksual misalnya.

Toh logika saya, para wanita itu sudah dianggap/ dipersepsikan sebagai bukan perempuan baik2, pasti tak ada salahnya dong di”apa apa kan”
Toh mereka yang dianggap memancing nafsu pria

Ini cuma menghimbau aja supaya lebih hati2 pada teman2 wanita yang naik kendaraan umum.

Walau RUU ini masi begitu kontroversial namun saya menyaksikan tindakan sewenang2 ini sendiri.

Terima kasih

Dr William

Buat semua yang memang sependapat dengan kedua bapak ini, saya mohon maaf sebesar2nya, saya setuju anti pornografi, terutama di media harus dibernatas, namun tindakan di atas menurut saya tidak pantas, main hakim sendiri dan menempatkan diri seolah2 kita paling benar dan suci dan bermoral

Saya sendiri bergerak dibidang pendidikan anak. Saya cukup khawatir dengan kehidupan anak diluar sekolah. Begitu mudahnya akses terhadap media pornografi bisa didapatkan. Baik sengaja maupun tidak sengaja. Melalui poster-poster yang terpampang di sepanjang jalan, game, ataupun halaman depan majalah yang dijajakan setiap tukang koran dipinggir jalan. Jadi, saya setuju dengan kendali terhadap penyebaran pornografi pada media-media yang beredar.

Sebenarnya hukum yang sekarang pun sudah cukup untuk melakukan hal tersebut. Hal tersebut sudah cukup diatur dalam UU Penyiaran, UU Pokok Pers, UU Perfilman dan UU Perlindungan Anak serta UU Kekerasan dalam Rumah Tangga. Cuma saja memang ketegasan dalam pelaksanaannya kurang. Jadi … sebenarnya, buat apa ada RUU APP?!? Hal serupa juga dilontarkan oleh Forum Anak Muda NU.

Yang saya takutkan adalah, jikalau sampai RUU APP ini disahkan, maka para pendekar moral seperti kasus diatas akan memiliki “senjata” untuk melakukan tindakan heroik-nya. Memang, kasus seperti diatas tidak banyak, tapi tetap saja. Walau cuma 1-2 orang, hal itu akan membawa keresahan. Atau ditempat lain, ada juga sekelompok orang yang melakukan aksi serupa ditempat-tempat yang dianggap tempat dilaksanakannya pornoaksi.

Setelah melihat hal-hal yang terjadi pra disahkanya RUU APP ini, akhirnya saya cukup bisa mengerti mengapa cukup banyak kaum wanita yang “resah” dengan adanya undang-undang ini. Walau notabene-nya UU APP ini dibuat untuk melindungi kaum wanita, tapi kaum wanita akan menjadi pihak yang terpojokkan. Anda sependapat? dukung No for RUU APP.

Tapi, kalau memang pengesahan RUU APP ini tetap tidak bisa dihindarkan, harus ada bagian UU yang memberi perlindungan kepada kaum wanita dari hal-hal seperti diatas. Konyol khan, kalau seseorang dilaporkan atas tindakan pornoaksi hanya karena seseorang menggunakan pakaian yang agak terbuka. Nah, klo MISAL ada 2 orang wanita, yang satu seorang nenek tua, yang satunya lagi seorang gadis, kejalan cuma pake sarung. Apa dua-duanya mau ditangkep atau cuma yang gadisnya saja? Bukankah nenek itu juga porno?!? 😀

Bikin SIM, cara jujur(?!?)

Seorang teman bercerita tentang pengalamannya melakukan perpanjangan SIM. Sekarang, katanya perpanjangan SIM itu dianggap seperti membuat SIM baru. Jadi, seharusnya mengikuti berbagai pengujian lagi, seperti layaknya pertama kali membuat SIM baru.
Yah …, mungkin sudah menjadi budaya, jaman sekarang bikin SIM sudah tidak jaman lagi pakai cara seperti itu. Cara praktisnya ya nembak (alias nyogok).
Karena, saat itu teman saya sedang ada sedikit masalah dalam hal keuangan, akhirnya ia terpaksa menempuh jalur jujur untuk membuat SIM, dengan harapan biaya pembuatan SIM nya bisa kurang dari 100.000 rupiah. Lagi pula, dengan pengalaman 15 tahun menggunakan motor, seharusnya test pun tidak jadi masalah.

Alhasil … setelah bolak-balik ngurus berbagai surat-surat yang diperlukan, test kesehatan, dan ujian tertulis. Semuanya ternyata cuma 90.000 rupiah. Terakhir, tinggal 1 test lagi, yaitu test praktek, biayanya 10.000 rupiah (jadi total 100.000 rupiah).

Polisi yang stand by ditempat praktek tampak sangat santai, menunggu sambil asyik berbicara dengan seorang nona. Mungkin teman saya itu, cuma satu-satunya orang yang ikut test praktek. Hal itu mungkin mengganggu waktu pacarannya. Akhirnya, polisi itu pun dengan ketus terpaksa harus meninggalkan nona dan menemani teman saya untuk test praktek.

Test prakteknya itu … terdapat 5 tiang yang diletakan sejajar dengan jarak +/- 1,5 meter. Setelah 5 tiang tersebut, terdapat 2 buah lingkaran. Perintahnya simple, melewati 5 tiang tadi dengan zig-zag dan membentuk angka 8 pada 2 lingkaran tadi, tapi selama itu kaki sama sekali tidak boleh turun (kaki menyentuk tanah).

Untuk test itu, diharuskan menggunakan motor yang disediakan polisi. Mending kalau dikasih motor bagus, eh … dikasih motor bobrok, tidak nyaman, rem tangan tidak jalan. Alhasil, teman saya itu, pengalaman 15 tahun mengendarai motor … gagal. Ia diminta datang lagi besok, kalau 3x terus gagal, berarti dia tidak akan dapat SIM.

Wah, kalau begini terus … bisa gawat. Akhirnya ia pun terpaksa harus menyerah dengan “keadaan”.
Ya udah, “nembak … nembak dah”.
Disuruh ke sana – ke sini … akhirnya sampai kepada seorang bapa. Untuk mengurus semuanya … akhirnya bapak itu minta uang tambahan 130.000 rupiah. Akhirnya, ia pun … dengan terpaksa harus mengosongkan isi dompetnya.
Di jumlah jamleh, akhirnya total uang yang dia keluarkan jadi 230.000. 😦 kesian.

Yah … c’est la vie. Jadi orang jujur emang susah.
Mau niat jadi orang jujur malah dipersulit.

Hellsing

Free Image Hosting at www.ImageShack.usHellsing. Anime jepang tapi dengan gaya yang agak barat.
Hellsing itu sendiri adalah nama organisasi yang berperang melawan undead. Sebagai salah satu tokoh utama, terdapat seorang vampire, Alucard. Sebagai tokoh protagonis, tapi … agak psikopat.
Soal ceritanya … menurut saya pribadi agak aneh. Action-nya brutal, hampir sama sekali tidak ada unsur keren-nya. 😦
Penuh “hujatan”, terutama jika Anda adalah Katolik. Mungkin film ini akan mungkin banyak menyinggung.
13 episode, ujungnya masih menyisakan misteri yang … sangat memungkinkan untuk kemunculan sequelnya.

Yang membuat film ini sedikit unik … doa yang selalu diucapkan sebelum pembataian dimulai (yang juga menjadi tag-line film ini):

In the name of God, impure souls of the living dead shall be banish into eternal damnation. Amen.